JAKARTA TODAY- Pansus Angket terhadap KPK melakukan audiensi dengan narapidana kasus tindak pidana korupsi di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/7). Hal itu merupakan bagian dari penyelidikan Pansus Angket terhadap penggunaan APBN dan tupoksi KPK.

Berdasarkan pantauan, audiensi antara Pansus Angket KPK dengan koruptor dilakukan secara tertutup di dalam Lapas Sukamiskin.

Namun, berdasarkan informasi, audiensi tersebut dilakukan setelah Pansus Angket KPK melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Dirjen Pemasyarakatan Kemkumham I Wayan K. Dusak. Hadir pula dalam rapat tersebut Kepala Kanwil Kenkumham Jabar Susy Susilawati dan Kalapas Sukamiskin Dedi Handoko. Sementara, anggota Pansus Angket yang hadir, di antaranya Agun Gunandjar (Golkar), Masinton Pasaribu (PDIP), Dossy Iskandar (Hanura), Arteria Dahlan (PDIP), Daeng Muhammad (PAN), Mukhamad Misbakhun (Golkar), Eddy Widjaja Kusuma (PDIP), dan Teuku Taufiqulhadi (NasDem).

Para anggota Pansus Angket sempat melakukan perbincangan santai dengan sejumlah koruptor yang mengajukan diri untuk mengikuti audiensi saat jamuan makan siang. Peristiwa itu terjadi tak lama setelah rapat dengan Dirjen PAS dilakukan dan menjelang makan siang di dalam Lapas Sukamiskin.

Setidaknya sepuluh koruptor terlihat mengikuti audiensi dan berbincang dengan sejumlah anggota Pansus Angket. Beberapa di antaranya pengacara OC Kaligis, mantan Ketua MK Akil Mochtar, mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, mantan politisi Demokrat I Putu Sudiartana, pengusaha Tubagus Chaeri Wardana, mantan Bupati Kabupaten Buol Amran Batalipu, mantan Walkot Bandung Dada Rosada, hingga mantan Sekjen ESDM Waryono Karyo. Dalam pertemuan di jamuan tersebut, OC Kaligis dikabarkan paling penasaran dengan kehadiran Pansus Angket KPK. Ia pun disebut bakal mencari Agun untuk menyampaikan secara pribadi sejumlah hal mengenai KPK. Namun, pada kesempatan itu, OC Kaligis tidak sempat bertemu lantaran Agun tengah menunaikan ibadah salat.

Pertemuan kedua pihak itu akhirnya dilanjutkan ke agenda formal, yakni audiensi dengan pansus di dalam salah satu ruangan. Setidaknya lebih dari 15 koruptor ikut dalam audiensi tersebut. (Yuska Apitya)

loading...