CIBUNGBULANG TODAY – Prilaku semena – mena aparatur desa berujung unjuk rasa puluhan warga Desa Dukuh, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Desa Dukuh (FSDD) mendatangi kantor desa ingin mempertanyakan sisa uang kompensasi senilai Rp 80 juta sisa kompensasi dari urunan Pemerintah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor untuk warga tiga desa.

Sekretaris FSDD, Ahmad Fauzi menilai paratur desa telah menyalahgunakan anggaran, karena dana kompensasi berupa bantuan langsung tunai yang sedianya harus diterima oleh masyarakat atas dampak polusi udara akibat sampah dari kawasan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Galuga hingga kini hanya berkisar 40 persen dari nilai 103 juta rupiah.

“Alokasi anggaran ada sisa Rp 80 juta. Nah, yang ditanyakan itu kemana alokasi anggaran sisanya,” teriak Ahmad sat melakukan orasi di Kantor Desa Dukuh, Kamis (10/8/2017).

Total jumlah jiwa yang sudah terverifikasi, tambah dia, telah terpisah dalam perhitungan alokasi anggaran non bantuan langsung tunai yang sedianya akan disalurkan untuk menopang bantuan infrastruktur lahan parkir TPSA Galuga.

“Seandainya yang sisa uang itu dibagikan kepada 199 jiwa, itu nominal kurang lebih 80 ribuan per orang. Dan untuk anggaran yang sekarang 2017, itu sekitar kurang lebih 400 juta, yang akan diterima oleh masyarakat sini,” beber Ahmad.

Hingga berakhir aksi, Fauzi menyatakan belum ada kesepakatan antara peserta aksi dengan pihak desa. Masyarakat punmengacam akan melakukan aksi – aksi berikutnya jika belum terpenuhi. “Belum ada kesepakatan. Ya kita besok akan melakukan aksi lagi kalau memang belum ada kesepakatan dengan desa, kita akan berlanjut,” pungkasnya. (Albi)

loading...