BOGOR TODAY- Diperlukan usaha yang kekinian dalam rangka penyebaran pemahaman dan pengamalan
nilai-nilai Pancasila dengan menggunakan instrumen kekinian seperti sosial media, film-film
bahkan iklan. “Jadi penyebaran nilai-nilai inspiratif Pancasila tidak hanya melalui
pelaksanaan upacara atau buku-buku, tapi melalui metode kekinian dan upacara peringatan
ini adalah starting point untuk mengingatkan kita karena wajib untuk mengingatkan terlebih
dahulu dan itu diawali dari upacara. Itulah pesan yang coba saya tangkap,” kata Wali Kota
Bogor Bima Arya usai memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni Tingkat
Kota Bogor, di Plaza Balaikota Bogor, Kamis (01/p6/2017).

Bima melanjutkan, saat ini mulai banyak hal-hal kreatif berupa film atau iklan yang dibuat untuk penyebaran nilai-nilai Pancasila, langkah serupa akan coba diambil Pemerintah Kota (Pemkot)
Bogor.

Seusai upacara, Bima mengajak para pelajar Kota Bogor berjalan menuju
Museum Kirti yang berada di Lingkungan Istana Kepresidenan Bogor untuk berdiskusi bersama
secara interaktif.

“Jadi tidak hanya seremonial saja,” jelas Bima.

Selain itu, Bima juga membeberkan program jangka panjang lainnya seperti melaksanakan upacara bendera di sekolah berkilau di Kota Bogor, ada sekolah karakter.

“Tapi yang paling
menurut saya Pancasila akan kuat kalau kitanya sendiri memberi keteladanan, Pancasila
tidak akan diyakini jika pemimpinnya sendiri tidak mengajarkan Pancasila. Pemimpin disini
mencakup semua, dari presiden sampai lurah,” jelasnya.

Bagi para pelajar atau generasi muda, hal yang dibutuhkan adalah inspirasi. Dengan mengetahui, selanjutnya memahami, terinspirasi dan kemudian eksekusi.

Menurut Bima, situasi generasi muda saat ini semakin kebawah semakin memudar, jika Pancasila kokoh
tidak mungkin ada problem sosial seperti tawuran, vandalisme, seks bebas dan sebagainya.
Pada dasarnya generasi muda itu perlu role mode, pahlawan atau idola.

Salah satu nilai utama yang terkandung dalam Pancasila kata Bima adalah kebersamaan, gotong
royong dan keadilan sosial, hal ini sangat ditentukan dengan kesejahteraan. Selama
kesenjangan sosial masih tinggi, pemahaman akan Pancasila masih sangat mungkin
terkoyak oleh pemahaman-pemahaman lain.

Bima menambahkan, di Kota Bogor sendiri dengan nilai-nilai pondasi yang sangat kokoh yang dimiliki secara turun temurun dari masa-masa seperti nilai tradisional, nilai adab etika pergaulan yang ada di Kota Bogor masih sangat kuat.

“Sepanjang sejarah
Bogor bukan kota yang rawan dalam konteks sosial,” tuturnya. (Yuska Apitya)

loading...