BOGOR TODAY – Pertumbuhan UKM di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor yang pesat memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah kota hujan tersebut.

Data yang dirilis Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, tercatat tidak kurang dari 2557 UKM di Bogor Utara yang tersebar pada 8 Kelurahan, hal ini menunjukkan potensi wilayah yang sangat besar sehingga perlu dikelola dan dikembangkan dengan sebaik-baiknya

Fakultas Ilmu Administrasi Universtas Respati Indonesia (FIA URINDO) melakukan sinergi kegiatan bersama dengan Posyantek Bogor Utara, dengan tema “Pemberdayaan IKM untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas IKM di Kecamatan Bogor Utara”.

Kegiatan dilaksanakan pada 7 Desember 2018 diawali dengan kunjungan PKL di dua tempat produksi UKM manisan buah dan roti sebagai sampel di Kelurahan Cimahpar tujuannya untuk mengumpulkan informasi terkait kondisi peluang dan kendala yang dihadapi para pelaku UKM. Kemudian dilanjutkan dengan pengabdian masyarakat bertempat kantor Kecamatan Bogor Utara.

Sekretaris Camat (Sekcam) Sihabudin mengapresiasi dan mendukung program-program pengembangan potensi UKM yang sangat besar di wilayah Bogor Utara. “Saya berharap agar program ini dapat dilakukan terus menerus,” pinta Sihabudin.

Acara yang dihadiri 27 perwakilan UKM dari 8 kelurahan, Dekan serta Kepala Prodi FIA Urindo Drs. Sularto, serta jajaran Posyantek Bogor Utara, tersebut diisi dengan sosialisai program Posyantek, paparan kredit usaha kecil dan pembuatan administrasi keuangan bagi para UKM oleh mahasiawa Urindo dan ditutup dengan penandatanganan MOU antara Kepala Posyantek Ir Nizar Kasi dengan FIA Urindo.

Dekan FIA Urindo, Ahmadun mengatakan, Teknologi merupakan salah satu faktor pendorong perubahan, baik dibidang ekonomi maupunsosial budaya masyarakat. Oleh karena itu alih teknologi dalam rangka percepatan pembangunan masyarakat memiliki peran sangat penting. Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 1998, Posyantek berupaya mencari berbagai terobosan untuk meningkatan akses masyarakat terhadap teknologi tepat guna.

“Universitas sebagai lembaga pendidikan tinggi tentu lekat dengan berbagai kajian metode pemanfaatan teknologi dalam bidang sistem,  melalui program pengabdian masyarakat. Pengembangan teknologi tepat guna terkait UKM yang dilakukan perguruan tinggi memerlukan mitra pelaku pengguna teknologi tersebut, sehingga teknologi dapat tepat sasaran sesuai kebutuhan dan bermanfaat,” ujar Ahmadun.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan, Kwarnanto menambahkan, teknologi tepat guna yang diperlukan oleh pelaku UKM sangat spesifik dan harus dikembangkan sesuai kondisi kebutuhan usaha, alih teknologi dilakukan bertahap dan berkesinambungan sehingga menjadi aplikatif, mudah dan memiliki aksesibilitas ke jaringan distribusi dan pemasaran

“Para stakeholder terkait seperti pemerintah daerah, perguruan tinggi serta lembaga-lembaga pendampingan usaha serta Industri besar harus melakukan sinergi dalam mencari solusi kendala dan mengelola potensi yang dimiliki untuk mengembangkan masyarakat ukm sehingga dapat lebih maju guna lebih meningkat pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya. (Iman R Hakim /*)

loading...