BOGOR TODAY- Berbagai pihak mulai angkat bicara menyikapi peristiwa pelanggaran etik DPRD Kota Bogor terkait Ketua DPRD Untung Maryono yang memimpin sidang paripuna dengan menggunakan baju ormas.
 
Ketua PMII Kota Bogor, Fahrizal mengatakan, terkait salah kostum dalam rapat paripurna DPRD kota Bogor yang dilalukan Ketua DPRD kota Bogor dengan menggunakan pakaian ormas, tentu membuat malu lembaga terhormat DPRD dan seluruh rakyat Kota Bogor. Rapat paripurna adalah sidang rapat yang sakral, karena disitu harapan rakyat Kota Bogor dititipkan.
 
“Ini bukan tentang larangan eksistensi ormas, tapi sejauhmana masyarakat menaruh harapan besar terhadap wakil rakyat. Bahwa Untung Maryono dipilih oleh rakyat bukan oleh ormas. Kita malu lembaga terhormat dibuat jelek oleh prilaku tidak terhormat,” tegasnya.
 
Terkait masalah itu, Pergerakan Mahasisma Islam Indonesia (PMII) Kota Bogor sangat kecewa dan malu memiliki Ketua DPRD bermodel Untung Maryono. Seharusnya sekelas politisi senior Untung Maryono yang sudah tiga priode menjadi anggota DPRD dan saat ini menjadi Ketua DPRD, harus bisa menjaga etikanya dan memberikan contoh tauladan yang baik. 
 
“Yang saya tahu bahwa pakaian resmi DPRD sudah di atur di tata tertib mereka terutama didalam rapat rapat tertentu. Itu lah sebabnya pakaian DPRD setiap tahun ada anggarannya tentang pakaian kedinasan. Oleh karena itu kami PMII menegaskan kepada badan kehormatan (BK) DPRD untuk bertindak tegas atas kelakuan Untung Maryono yang tak mencerminkan wakil rakyat ditambah prilakunya yang seenaknya,” tandasnya.
 
PMII juga meminta kepada seluruh anggota DPRD untuk sepakat menurunkan dan memecat Untung Maryono dari Ketua DPRD Kota Bogor. Karena sudah tidak pantas dan tidak menghargai lembaga. “Kami ingatkan kejadian yang memalukan ini tidak di ikuti oleh anggota yang lainnya. Kalian wakil rakyat, bukan wakil ormas, dan kalian itu dipilih oleh rakyat bukan di lotre,” tutupnya.
 Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor Untung W Maryono mengemukakan, bahwa dirinya sudah dipanggil dan ditegur oleh DPD Jawa Barat. Terkait soal ini, bila perlu ia akan meminta maaf kepada masyarakat karena tidak ada faktor kesengajaan kerena waktu apat paripurna berbarengan dengan acara PPM. “Saya dari awal sudah meminta maaf kepada peserta rapat paripurna. Masa, sudah minta maaf pakai baju itu, saya turun, kecuali saat saya bicara serentak langsung saya akan bijak keluar dari ruangan,” tandasnya.(Yuska Apitya)
loading...