Untitled-13Tak hanya pemerin­tah yang sumringah setelah ketok palu Undang-undang Tax Amnesty akhir Juni 2016 lalu, konsultan pajak pun ikut tersenyum. Ya, mereka kecipratan rezeki dari kon­sultasi program amnesti pajak. Andre Rahadian, praktisi hu­kum di Hanafiah Ponggawa & Partners, menuturkan, semen­jak pengesahan UU ini, jumlah masyarakat yang berkonsultasi kian banyak. «Meski deklarasi pajak harus dilakukan sendiri, tetap saja mereka butuh jasa konsultan untuk menghitung dan menafsirkan peraturan,» ungkapnya.

Andre tak mematok tarif khusus untuk konsultasi pro­gram tax amnesty. “Tarif kon­sultasi bervariasi, tergantung apa yang dikerjakan. Ada yang Rp 1 juta per jam hingga Rp 10 juta,” ungkap dia.

Hal senada diungkapkan Didik Budi Waluyo. Konsultan pajak dan pengelola DBW Tax masyarakat untuk konsultasi akan memuncak pada periode pertama ini. Antusiasme begitu tinggi lanCenter ini memprediksi euforia taran wajib pajak yang bakal ter­kena imbasnya adalah orang pribadi (WPOP), bukan badan usaha. ­

Ronny Bako, pengamat pajak dari kantor Bako and Purba Asso­ciates juga kebanjiran permintaan konsultasi pribadi. “Lebih banyak dari biasanya,” ungkap dia.

Tak hanya para praktisi pajak, peluang ini juga ditangkap event or­ganizer untuk menghelat workshop dan seminar seputar tax amnesty. Bahkan, tak cukup satu sesi, melihat tingginya antusiasme masyarakat, mereka menggelar lebih dari satu seminar.

Sopindo Consulting dan WD Tax Centre misalnya. Mereka menggelar tiga sesi workshop tiap akhir pekan dengan biaya mulai Rp 1 juta per orang. «Sesi pertama Sabtu ini su­dah full,” kata dia.

Begitu pula KKP & KJA Doni Budiono yang menyelenggarakan pelatihan di Surabaya bertarif Rp 300.000 per orang. Pada empat sesi pertama akhir Juli lalu, ada 80 orang peserta. “Workshop ronde pertama semua sesi full seat,» kata Reny, staf KKP & KJA Doni Bu­diono.

Kontan Academy juga menye­lenggarakan pelatihan soal tax am­nesty. “Peserta selalu full, hingga saat ini kami sudah memasuki an­gkatan keempat,” kata Cipta Wa­hyana, Business GM PT Grahanusa Mediatama.(Yuska Apitya/ktn)

loading...