BOGOR TODAY – Kunjungan tim Balai Bahasa Jawa Barat ke Universitas Pakuan,  program studi Pendidikan dan Sastra Bahasa, FKIP. Dalam rangka pengembangan bahan ajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA),  program yang bertujuan untuk pemartabatan bahasa Indonesia di luar negri maupun di dalam negri.

Tak hanya itu pencarian data terbaru dari setiap bahan ajaran dimasing-masing universitaspun menjadi salah satu tujan Balai Bahasa Jawa Barat, hal tersebut dilakukan dengan tujuan mengetahui perkembangan pola pembelajaran yang dibutukan oleh para anak didik, sekaligus  melihat minat dari para mahasiswa mengenai program yang BIPA suguhkan.

“Dengan adanya program BIPA ini, pastinya akan menjadikan suatu kebanggaan oleh para mahasiswa yang mampu membawa bahasa Indonesia kedalam jenjang pengajaran tingkat Internasional. Sudah bisa jalan keluar negri juga mendeklarsikan bahasa Indonesia, pastinya bakal jadi pengalaman yang membanggakan,”ujarnya Kordinator BIPA di Balai Bahasa Jawa Barat, Ade Mulyanah.

Program yang sudah berjalan sejak 2005 ini, sudah memeliki patner kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi didalam negri maupun diluar negri. Pencapain tersebut diyakini sebagai suatu progres yang nyata dalam dalam menjadikan bahsa Indonesia sebagai bahasa Internasional. Masih Ade sapaan – akrab,”Keberhasilan sebuah pencapaian bahasa pastinya harus diyakini sebuah keberhasilan program BIPA sendiri, sebab semua dapat bersinergis jika semua pembelajaran dilakukan dengan sesuai serta menyeluruh,”katanya, kemarin.

Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) adalah salah satu pencapaian pembelajaran yang harus dikuasai oleh mahasiswa Universitas Unpak sendiri. Sebab semua bahan pembelajaran yang diberikan berbeda dengan bahan pembelajaran untuk masyrakat Indonesia sendiri.

“Kunjungan positif dari Balai Bahasa Jawa Barat, membuat kami sangat berharap bahwa peserta didik yang ada di Unpak, dapat memberikan pemberlajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Tentunya semua akan menjadi suatu pencapaian yang sangat hebat jika hal tersebut dapat terlaksana,”papar Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Suhendra.

Program yang sangat berkaitan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), terlihat dari berbagai banyak perusahaan yang juga memiliki tenagaga kerja asing.” Pastinya peranan bahasa kita sendiripun harus menjadi  suatu penilaian bagi para pekerja asing yang ingin bekerja di Indonesia. Karena sudah banyak perusahaan di Indonesia sudah menerapkan hal tersebut kepada kandidat pelamar kerja asing,”tandasnya, (Tri Sumantri Maha Putra)

loading...