YOGYAKARTA TODAY – Universitas Gadjah Mada (UGM) konsen dalam membantu penanganan bencana. Setelah mengirim beberapa mahasiswa, relawan dan tim kesehatan sejak hari pertama bencana gempa, UGM kembali memebentuk tim mahasiswa KKN dan relawan peduli bencana ke Lombok. Tim ini telah menyiapkan desain konstruksi hunian sementara.

Dosen pembimbing lapangan KKN Peduli Bencana Lombok, Ahmad Agus Setiawan menyebut pihaknya telah menyiapkan desain konstruksi untuk hunian sementara yang akan dibangun di dekat lokasi kegiatan KKN.

“Dalam dua minggu ini kita akan membangun 50 unit rumah, sedang dalam proses pengerjaan,”  usai pengarahan mahasiswa yang akan berangkat ke Lombok jelasnya di University Club (UC) UGM Senin (27/8/2018).

Agus Setiawan menyebut pengerjaan rumah ini dibantu oleh mahasiswa Fakultas Teknik UGM.

“Nantinya rumah hunian sementara ini menjadi percontohan bagi pemerintah untuk membangun desain rumah hunian sementara dan hunian tetap di lokasi gempa di Lombok,” timpalnya.

Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Ika Dewi Ana menyebut sebanyak 30 mahasiswa KKN dan 19 relawan akan ditempatkan selama satu bulan di daerah Lombok Utara dan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Dalam pengarahannya kepada mahasiswa di gedung university club UGM, Ika Dewi menyebut paska bencana,  masyarakat Lombok dalam proses recovery. “Banyak bangunan fisik seperti rumah, gedung sekolah yang rusak bahkan kekuarangan suplai air besih,” terangnya.

Oleh karena itu, dia mengharapkan mahasiswa juga bergabung dalam tim UGM yang diberangkatkan sebelumnya yang ikut dalam tim kesehatan, tim rekonstruksi dari Kementerian PUPR serta aksi peduli bencana Kagama Care.

Tim Ahli KKN PPM UGM Djarot Heru Santosa mengatakan mahasiswa KKN UGM sudah sejak hari pertama telah membantu korban gempa.

“Kebetulan saat gempa terjadi, mahasiswa UGM tengah melaksanakan kegiatan KKN PPM. Saat ini mereka telah kembali sehingga kami mengirim mahasiswa KKN lagi dan tim relawan,” tandasnya.  (net)

loading...