JAKARTA TODAY-  Di sela-sela kesibukannya sebagai entertainer dan pemain film, diam-diam artis Tika Bravani kini punya kesibukan baru yakni berbisnis kuliner. Uniknya, wanita berdarah Minang itu tidak menjual makanan khas daerah asalnya.

Tika justru memilih menggeluti bisnis kuliner masakan khas Manado. Bahkan Tika berencana membuka restoran yang menjual kuliner dari Sulawesi Utara yang diberi nama Lamanda Home Cooking bersama rekan-rekannya. Hal itu diungkapkan Tika di kawasan Fx Sudirman, Jakarta Selatan, kemarin.

“Sebenarnya sudah tiga bulan ini aku menjalankan bisnis kuliner khas Manado bareng temen-temen. Karena kebetulan temen aku itu jago banget masak masakan khas Manado. Dan selama ini kami memasarkannya dalam acara bazar yang sering diadakan di berbagai tempat. Media online juga dimanfaatkan. Siapapun yang mau pesan bisa langsung menghubungi kita,” ungkap Tika.

Wanita yang berperan sebagai Fatmawati dalam film Soekarno itupun menjelaskan meski hingga kini dirinya belum bisa memasak masakan khas Manado seperti rekan-rekannya, namun Tika mengaku tetap membantu rekan-rekannya saat membuat makanan itu.

“Yang masak sih sebenarnya teman, aku cuma bagian pemasaran sama penjualan aja, tapi kalau pas proses pengerjaan masakannya aku juga biasanya bantu-bantu kok kayak motong-motong bahan-bahannya,” tutur Tika.

“Kalau masalah racik-meracik masakan aku lebih percaya sama teman karena dia punya kemampuan itu. Kami bersyukur trennya meningkat setelah kami pasarkan melalui bazar dan juga online. Pembelinya bukan hanya di Jakarta. kami juga pernah melayani pemesanan dari Medan dan Kalimantan. Bahkan ada lho yang pesan dari Manado,” sambungnya.

Tika sendiri punya alasan kenapa akhirnya memilih bisnis kuliner sebagai usaha sampingan selain aktivitasnya di dunia hiburan. Dirinya menilai bisnis makanan merupakan lahan yag paling menjanjikan di antara bisnis-bisnis lainnya asalkan kualitas dan rasanya selalu dijaga agar konsumennya tidak lari.

“Aku punya alasan sendiri kenapa mau menekuni bisnis kuliner, hal yang paling utama adalah makanan itu adalah hal yang penting yang dibutuhkan oleh manusia. Masa iya dari ratusan juta masyarakat Indonesia, kita enggak dapat sepersekian persen pelanggan kulinernya?” katanya.

“Tapi yang harus diingat adalah rasa. Kalau rasanya sesuai dengan lidah orang yang suka pastinya akan nagih terus. Dan hal yang paling kita jaga adalah mutu jangan sampe nanti udah laku kami turunin kualitasnya, yang ada nanti pelanggannya pada kabur,” paparnya.

“Aku aku sedikit banyak namaku bisa dijadikan modal untuk menjual masakan yang aku hasilkan bareng temen-temen. Mereka tahunya ini masakan yang aku proses sendiri bersama temen-temen,” tuturnya.(Yuska/bi)

loading...