LEUWISADENG TODAY – Sejumlah calon pedagang mengeluhkan Bangunan gedung Pasar Rakyat, atau lebih dikenal Pasar Kecamatan yang berlokasi di Jalan Raya Kosol, Kecamatan Leuwisadeng yang kondisinya sudah mengalami kerusakan. Ironisnya, kondisi fasilitas gedung pasar yang baru di resmikan ini oleh bupati pada tiga bulan yang lalu, namun kini keadaannya sudah mengalami kerusakan di beberapa bagian bangunan kios.

Herdi (27) Calon pedagang sembako yang menempati kios dipasar leuwisadeng mengeluhkan, bangunan kios pasar yang kurang maksimal terutama di bagian tiang dan Roling dor yang menggunakan seng itu sudah terlihat oblag dan penyok akibatnya, tutup roling dor tidak bisa ditutup.

“Melihat kondisi bangunan kurang maksimal sebelum di tempati saya bermaksud untuk memperbaiki kios tersebut,” Saya merasa hawatir dan kurang nyaman sehingga kios tersebut tidak aman dan rawan akan maling, terpaksa saya harus perbaiki kiosnya, ” kata Herdi Senin, (5/8).

Hal senada pun dikeluhan pedagang lainnya, seperti Pitri (40) Warga asal Kampung Panjaungan, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, mengaku tidak merasa aman sebelum ada perbaikan dari tiang roling dor tersebut.

Tadinya hari ini kami akan menata barang dagangan karena dari faktor keamanannya kurang meyakinkan sehingga kami urung melakukannya,” keluhnya.

Untuk itu, harap Pitri, ia meminta pada pihak pengelola maupun kontraktor untuk segera ada perbaikan kios pasar tersebut,” pintanya.

Terpisah Dirut PD Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Eko Romli Wahyudi menuturkan, bahwa peresmian Pasar leuwisadeng sudah dilaksanakan berbarengan dengan Pasar Tenjo dan Kemang, oleh Bupati Bogor beberapa bulan lalu. Hanya saja pasar leuwisadeng memang pedagangnya belum aktif.

Sementara untuk pengisian kios dan los data pedagang nya ditentukan oleh Disdagin dan di utamakan khusus warga leuwisadeng, namun sebagian besar bukan pedagang yang biasa berdagang dipasar. Jadi saat ini PD Pasar Tohaga sekaligus membina mereka untuk masuk menjadi pedagang di pasar rakyat yang baru ini.

Sesuai hasil rapat yang kami lakukan dengan calon pedagang kamis lalu disepakati persiapan dari tanggal 8 sampai dengan 15 agustus grand opening atau pembukaannya akan diusahakan sudah dimulai.

“Kalau nanti ternyata para calon pedagang dari perwakilan 8 desa di Kecamatan Leuwisadeng yang sudah mendapatkan kios dan los, namun tidak masuk juga, maka sesuai kesepakatan kita akan buka untuk umum dan pedagang bisa dari luar daerah,”ujarnya.

Eko juga menjelaskan, terkait pembangunan kios banyak yang rusak itu bukan kewenangan PD Pasar Tohaga, itu kekuasaan nya Disdagin.

“Kami PD Pasar Tohaga tidak punya kekuasaan, terkait pembangunan nya. Kalau untuk perawatan pembangunan gedung nya itu tanyakan ke Disdagin, “ungkapnya, saat dihubungi via wattsap.

Ia menjelaskan PD Pasar hanya menerima gedung sekaligus dengan pedagangnya, kalau ada yang kurang itu baru kita perbaiki sesuai kemampuan PD Pasar. Kami harus tetap membuat nyaman bagi pedagang yang masuk sesuai kemampuan kita sama pedagang saja

“Untuk masalah pembangunan terkait nama kontraktornya, PD Pasar tidak tahu menahu, dan kita juga tidak ikut ikutan terlibat dalam pembangunan, kita hanya diminta masukan saat pengkosepannya saja,”tegasnya.

Sementara itu Kadisperindag Kabupaten Bogor Dace Supriadi mengatakan, bahwa pasar rakyat yang dibangun disetiap kecamatan ada yang sudah ada cikal bakal pedagangnya, seperti halnya Pasar Tenjo,pasar kemang, hanya kebetulan kalau pasar leuwi sadeng belum ada kehidupan pasar sebelumnya, jadi pihak dinas sendiri harus menginventarisir dulu pedagangnya.

“NamunĀ  PD Pasar Tohaga atau pasar rakyat yang ada dikecamatan leuwisadeng rencana minggu ini siap di buka dan langsung di operasionalkan”ujar nya.

Lanjut Dace menjelaskan, bahwa pihak Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinasperindag memproritaskan kearifan lokal, artinya kami utamakan dulu warga di 8 desa yang kita minta untuk menjadi pedagang di pasar leuwisadeng.

Belum semuanya dari tiap desa untuk mengirim calon pedagang, padahal kios itu gratis untuk warga kecamatan leuwisadeng sadeng dan mudah mudahan saat ini sudah pada masuk melalui PD Pasar Tohaga.

“Kios dan los itu gratis buat pedagang, hanya saja PD Pasar Tohaga sebagai pengelola mewajibkan pedagang untuk pembayaran iuran harian retribusi sebesar 10 ribu, namun boleh dibayar sekaligus satu tahun sebesar 3 juta tujuh puluh ribu oleh pedagang,”pungkasnya.

Di tanya soal pembangunan Pasar leuwisadeng terkait keluhan pedagang banyak kios yang rusak dan bocor Kadisperindag Dace Supriadi tidak menjawab.

Pantauan di lapangan, sebanyak 49 kios sebagian kondisinya mulai rusak dibagian tiang roling dor lantaran pengerjaannya terkesan asal asalan berikut salah satu atap tepatnya, dibagian pintu utama sudah pada bocor sehingga terjadi rembesan kebawah disaat hujan tiba. (Agus)

loading...