CIBINONG TODAY – Memastikan hewan yang akan dikurbankan pada Idul Adha 1948 H nanti hewan yang aman, sehat, utuh dan halal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menerjunkan petugas dan mahasiswa pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban untuk seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor.

Dari FKH IPB dan dosen pembimbing berjumlah 101, dokter hewan dari Dirjennak Kementan 28 personil tenaga harian lepas kementan14, petugas Diskanak Kabupaten Bogor 48, kader Keswan 17 personil PDHI Cabang Jawa Barat II 19 dan pemantau seperti Kabid serta Kabag 6 orang.

Menurut Sekda Kabupaten Bogor, Adang Suptandar Pemkab Bogor berkewajiban mengamankan dan memberi rasa aman kepada masyarakat yang akan melaksanakan ibadah qurban, baik yang berqurban maupun yang menerima daging kurban. “Apalagi ada beberapa daerah endemis antrak di Kabupaten Bogor dan banyaknya pedagang musiman yang berasal dari luar daerah,” ujar Adang, Kamis (31/8/2017).

Petugas dan mahasiswa merupakan langkah pengawasan pemotongan yang intensif dan ketat, baik sebelum ternak itu disembelih maupun setelah disembelih. Kami ingin memberikan ketenangan bagi msyarakat baik yang memberi qurban dan menerima daging qurban,” katanya.

Tentunya kegiatan seperti ini harus semakin ditingkatkan melalui edukasi dan sosialisasi yang masif kepada masyarakat, baik yang berqurban maupun yang menerima daging kurbannya, serta kepada panitia di DKM yang mengelola hewan qurban tentang pentingnya upaya pengamana hewan kurban baik dari segi kesehatan dan syariat islam.

“Intinya adalah bagaimana pelaksanaan ibadah kurban dapat berjalan sesuai dengan kaidah syariat islam serta kaidah kesehatan masyarakat veteriner,” tambah Adang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor, Siti Farikah mengatakan, dalam rangka pengamanan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1438 H nanti, Diskanak Kabupaten Bogr sendiri telah mensosialisasikan qurban berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Bogor dengan penekanan target sasaran bagi penyedia, pedagang hewan qurban, para panitia  qurban di DKM serta masyarakat umum sebagai penerima daging qurban.

“Kami telah melakukan pemeriksaan calon hewan qurban di sentra pemasaran. Kemudian diberikan surat keterangan kesehatan hewan  dan kalung sehat bagi ternak yang dinyatakan sehat. Juga diberikan pelatihan pengembangan kader penanganan hewan qurban terhadap DKM atau koordinatornya. Kita juga berikan pelatihan qurban yang halal, sehat dan higienis bagi peserta pendidikan kader ulama (PKU) dan pendidikan dasasr ulama (PDU). Ini semua kita lakukan untuk menuju Qurban Berkualitas di Kabupaten Bogor,” jelas Farikah. (FIrdaus)

loading...