JAKARTA TODAY- Tujuh tahanan KPK di Markas Detasemen Polisi Militer Guntur, Jakarta, kompak mengacungkan simbol OK OCE ciri khas pasangan calon kepala daerah DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Para tahanan yang tersangkut sejumlah kasus dugaan korupsi itu secara bersama-sama mengacungkan tiga jari usai menggunakan hak pilih, Rabu (19/4).

Mengutip kantor berita Antara, para tahanan itu adalah mantan anggota DPRD DKI Mohamad Sanusi, Country Director PT EK Prima Ekspor Indonesia Ramapanicker Rajamohanan Nair, anggota Komisi V DPR dari fraksi PAN Andi Taufan Tiro, dan Presiden Direktur PT FOX Indonesia Choel Mallarangeng.

Tiga tahanan KPK lain yang masuk rombongan itu adalah Direktur Utama PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah, Direktur PT Mahkota Negara Marisi Matondang dan pegawai PT Merial Esa Muhammad Adami Okta. Masing-masing dari mereka mengutarakan hal berbeda kepada pers usai mencoblos. Sebagian secara terang-terangan menyatakan pilihan mereka, sementara lainnya memaparkan melalui kalimat kiasan. “Hatiku tidak mendua,” kata Choel yang mengenakan rompi oranye, seperti rekan-rekan tahanannya yang lain. “Sudah pasti tahu dong (pilihan saya),” kata Sanusi tersenyum.

Sebelum tersangkut kasus suap, Sanusi tercatat sebagai pengurus Partai Gerindra, partai yang mengusung Anies-Sandiaga pada Pilkada DKI. Serupa, politikus Andi Taufan juga mengutarakan pilihannya. “Mau ditalak apa sama anak gue?” ujarnya sambil tersenyum dan menunjukkan tiga jari. Pada TPS yang sama, eks hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar juga menggunakan hak suaranya. Namun ia tidak mengutarakan pilihannya. “Saya hanya memilih satu di antara dua,” kata Patrialis. Ia melambaikan tangan lantas masuk kembali ke rutan.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Setiabudi Ahmad Suprayogi mengatakan, delapan suara milik tahanan KPK akan dimasukkan ke perhitungan suara TPS 19. Ahmad berkata, pada putaran kedua ini terdapat satu tahanan baru yang menggunakan hak suara di KPK, berbeda dengan pencoblosan putaran pertama. (Yuska/cnn)

loading...