JAKARTA TODAY- Bulog memprediksi stok beras nasional masih aman hingga panen raya padi 2018. Panen raya padi berlangsung di Maret-April.

Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, hingga akhir tahun ini stok beras di gudang Bulog sebanyak 1,7 juta ton. Sementara, stok rastra (beras sejahtera) sebanyak 1,3 juta ton.

Artinya, jika tidak ada kebutuhan tambahan, Bulog masih punya sisa stok sekitar 400 ribu ton.

“Posisi beras sampai akhir tahun, Bulog punya 1,7 juta ton. Kemudian untuk masyarakat pengguna atau masyarakat penerima rastra kita akan kasih kurang lebih 1,3 juta ton sampai akhir tahun. Nantinya kalau semua tidak ada serapan kita ada sisa 400 ribu ton,” ungkap Djarot saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (4/7/2017).

Sementara itu, untuk beberapa bulan ke depan stok beras masih akan bertambah. Djarot memprediksi setiap bulannya akan ada tambahan stok beras sebanyak 250 ribu ton.

“Hari ini mulai masuk panen ke dua. Panen akan terus berjalan meskipun tidak besar. Dengan asumsi perbulan 250 ribu ton panen per bulan. Maka 4-5 bulan akan ada 1 juta-1,4 juta ton tambahan artinya akhir tahun ada 1,6-1,7 juta ton stok,” jelas Djarot.

Nantinya jumlah tersebut akan digunakan untuk menutup kebutuhan beras pada Januari-Maret 2018 mendatang. Seperti diketahui kebutuhan beras nasional per tahun sekitar 30 juta ton. Dengan demikian dirinya memprediksi, stok beras yang dimiliki Bulog masih dalam kategori aman sampai panen raya 2018 mendatang sekitar bulan Maret.

“Itu akan dipakai untuk menutup kemungkinan kebutuhan Januari-Maret. Sehingga kalau semuanya berjalan lancar harusnya sampai panen besar 2018 rasanya masih aman,” tutur Djarot.(Yuska Apitya)

loading...