BOGOR TODAY- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor mengajukan anggaran kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk pembangunan total Stadion Padjajaran Kota Bogor. Berdasarkan masterplan dan Detail Engineering Design (DED) proyek pembangunan stadion tersebut membutuhkan biaya cukup besar, yakni sebesar Rp 831 miliar.

Kepala Dispora Kota Bogor, Eko Prabowo, mengatakan, usulan anggaran tersebut baru terlaksana bulan Januari 2017 kepada Pemprov Jabar.

“Kalau DED dan masterplan sendiri baru rampung sekitar akhir Desember 2016, sebelumnya kita belum pernah mengajukan usulan anggaran ke Pemprov karena DED-nya saja belum dibuat, jadi kami baru mengajukan anggaran itu kemarin, Senin (30/1/2017),” ujarnya, Selasa (31/1/2017).

Sebenarnya, lanjut Eko, rencana revitalisasi Stadion Gor Padjajaran sudah ada sejak lama. “Kalau rencana ingin dibaguskan, percantik sudah ada sejak lama, mungkin dari tahun 2015, dan pada saat itu baru terjalin komunikasi dengan pihak Pemprov terkait perbaikan stadion padjajaran ini,” jelasnya.

Eko pun menjelaskan bahwa Stadion Gor Padjajaran akan direvitalisasi secara keselurahan mulai rumput stadion, bangku penonton, hingga penambahan fasilitas untuk parkir.

 

“Sesuai DED stadion ini akan dirombak total sampai perlengkapan atau utilitasnya, nanti rumputnya akan diganti dengan rumput sintetis, penambahan bangku penonton, dan lain-lain,” terangnya.

Dikatakannya, stadion Gor Padjajaran kedepannya bisa digunakan untuk event nasional, bahkan internasional.

“Tipe stadion ini nantinya berstandar internasional, bisa digunakan untuk pertandingan sepak bola persahabatan, tapi sayangnya tidak bisa menampung banyak penonton, karena berdasarkan masterplan, kapasitas stadion setelah direvitalisasi hanya dapat menampung sebanyak delapan sampai sepuluh ribu penonton saja,” katanya.

Dia menambahkan, proses pencairan dana dari Pemprov cukup lama, sehingga revitalisasi diperkirakan baru akan dimulai tahun depan.

“Kita juga tidak tahu nanti dana yang cair itu berapa, tapi kemungkinan kita menggandeng pihak ketiga pun sangat besar, karena untuk memperbaiki stadion kebanggaan Kota Bogor ini perlu mendapatkan bantuan atau dukungan dari pihak lain, seperti masyarakat, pihak swasta, Pemerintah Daerah (Pemda), bahkan Pemerintah Pusat,” tukasnya.(Yuska Apitya)

 

loading...