BOGOR TODAY- Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati dijadwalkan blusukan ke Desa Angin Pasir, Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat hari ini (14/7/2017). Kunjungan kerjanya untuk meluncurkan pilot project program kredit ultra mikro bagi para pedagang kaki lima hingga nelayan dan petani dengan plafon di bawah Rp 10 juta.

Sri Mulyani memulai kegiatan dalam acara Sinergi Kementerian Dalam Mengangkat Ekonomi Rakyat melalui Inklusi Keuangan di Desa Angin Pasir sekitar pukul 09.00 WIB. Sri Mulyani rencananya akan memberi sambutan, setelah laporan ketua panitia dan pidato dari Bupati Bogor.

Dilanjutkan dengan dialog Sri Mulyani dengan para pengusaha mikro penerima pembiayaan ultra mikro, seperti pedagang kaki lima, nelayan pesisir yang selama ini tidak tersentuh akses pembiayaan dari lembaga keuangan.

Sri Mulyani juga dijadwalkan melakukan teleconference dengan beberapa menteri dan kepala daerah maupun debitur di daerah lain penerima program kredit ultra mikro tersebut. Antara lain, tersambung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang berada di Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Terhubung pula dengan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa yang berada di lokasi e-Warung, Cawang, Jakarta Timur; Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga yang berada di Bojonegoro, Jawa Timur; Bupati dan debitur di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Soe, Nusa Tenggara Timur.

Kemudian dengan Bupati dan debitur di RM. Cipaganti Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan; Bupati Desa Sedang Kulon, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten; Petugas dan debitur Desa Long Raya, Kecamatan Banda Raya, Kabupaten Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Syahrir Ika mengungkapkan, dari 61 juta usaha di level mikro dan kecil, sebanyak 17 juta usaha sudah masuk dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sedangkan sisanya 44 juta usaha dikategorikan ultra mikro, seperti pedagang kaki lima, petani, nelayan, pedagang rokok, dan lainnya yang selama ini tidak terakses pembiayaan.

“Kita ingin menjangkau mereka dengan pembiayaan ultra mikro, plafon di bawah Rp 10 juta. Ada yang butuh Rp 500 ribu, Rp 1 juta, Rp 3 juta, maksimal Rp 10 juta diberikan untuk membantu usaha ultra mikro,” jelas Syahrir.

Program pembiayaan ultra mikro ini diinisiasi Kementerian Keuangan. Bersinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Sosial, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Koperasi dan UKM.

“Tahun ini baru pilot project, di 19 Kabupaten/Kota dari Aceh sampai Papua. Kita akan teleconference dengan beberapa menteri dan bupati, serta debitur di beberapa lokasi. Kalau berhasil, program ini akan kita teruskan di tahun depan,” terang Syahrir. (Yuska Apitya)

loading...