BOGOR TODAY- Pegawai Negeri Sipil (PNS) diharamkan untuk membolos pada Senin (3/7) saat hari pertama bekerja usai libur panjang Idul Fitri 2438 Hijriah tahun 2017. Meski cuti bersama begitu panjang, tidak menghilangkan hak cuti bersama yang didapat dalam satu tahun.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat berjanji akan menindaktegas PNS yang membandel bolos saat hari pertama masuk, sementara toleransi diberikan apabila PNS tersebut sakit.
Menghadapi tahun politik, Sekda juga mengingatkan agar PNS tidak memihak salah satu calon. PNS Sekota Bogor sudah diimbau dan kepala OPD,Kabag, Camat dan Lurah sudah dikumpulkan agar mengutamakan pekerjaan dibanding mendukung salah satu calon.
Apalagi sesudah Idul Fitri harus lebih fokus bekerja, karena tahapan Pemilihan Wali Kota (Piwalkot) Bogor bulan September sudah berjalan.
Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, libur sudah panjang sekali dengan cuti bersama libur selama 10 hari di Idul Fitri tahun 2017 ini, untuk itu tidak ada lagi cuti tambahan. Cuti ini tidak menghilangkan hak cuti PNS.
“Mungkin bisa cuti tapi sebelum dan sesudah Idul Fitri tidak diperbolehkan. Bisa dicari waktu lainnya, untuk mengambil jatah cuti PNS,”ungkap Sekda, Minggu (2/7) siang.
Ade melanjutkan, dirinya meminta tanggal 3 Juli 2017 semua PNS masuk, kalaupun ada yang tidak masuk langsung ditegur secara lisan dan tulisan. Ia juga meminta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengambil sikap tegas kepada PNS di OPDnya.
“Ini instruksi presiden dan kalau tidak dijalankan tentu saja salah. Jadi semua harus tegas dan disiplin,” tambah Ade.
Ade juga menekankan, PNS harus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, sehingga PNS juga harus bisa mendukung kinerja Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman di lapangan. Tetapi bukan untuk dukung-mendukung keduanya, karena keduanya masih pimpinan dari birokrat.
“Tidak ada yang ikut-ikutan kegiatan yang berbau kegiatan politis, harus bekerja melayani masyarakat. Untuk calon birokrat sendiri apabila mau maju Piwalkot harus mengajukan pensiun terlebih dahulu,” tutupnya.(Nunik Kamelia/Yuska)
loading...