Untitled-3Di era modernisasi ini, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai salah satu BUMD milik Pemkot Bogor harus terus bisa mengelola perusahan dengan professional, efektif, efisien, dan transparan yang didukung oleh menajemen yang visioner, dan kinerja karyawan yang tinggi dengan terus menjalin komunikasi dengan masyarakat serta stakeholder lainnya setiap saatnya.

Oleh : Abdul Kadir Basalamah
[email protected]

Atas hal ini, Pejabat Sementara (Pjs) Di­rektur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Senjaya mengajak, seluruh jajaran direksi dan karyawan untuk membulatkan tekad mening­katkan pelayanan kepada ma­syarakat dengan menyediakan air bersih yang berkualitas, adil, merata, serta terjangkau biayanya.

Dinamika yang sudah ter­jadi di dalam perusahaan, sebaiknya dijadikan sebagai ajang instropeksi dan evalu­asi sejauh mana PDAM telah bekerja secara profession­al dan memiliki kedisiplinan yang tinggi, mengingat pe­nyediaan air bersih meru­pakan bagian yang integral yang tidak dapat dipisahkan dari suksesnya pembangu­nan di Kota Hujan ini.

“Dan salah satu yang harus kita lakukan di dalam untuk tujuan besar tersebut adalah, melakukan serangkaian pela­tihan sumber daya manusia (SDM) yang ada di semua lini atau bagian di PDAM ini,” ung­kap Deni, kemarin.

Ketersediaan air bersih yang memenuhi standard ke­sehatan, sambung Deni, tentu berpengaruh terhadap dera­jat kesehatan sebagai sumber daya pelaksana pembangu­nan.

“Jadi, air bersih ini sangat penting bagi seluruh warga masyarakat. Ketersediaan air menjadi isu pokok di tengah situasi perubahan iklim yang terjadi sekarang ini,” jelasnya.

Deni pun mengatakan, jika beberapa waktu lalu, pi­haknya melakukan kegiatan hari perkenalan (Introduction Day) bagi karyawan-karyawati baru. Kegiatan yang diinisiasi Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) ini dikhususkan untuk karyawan yang berstatus Per­janjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Calon Pegawai (Capeg).

Tujuan utama penyeleng­garaan hari perkenalan ini, adalah memperkenalkan seluk beluk tugas dan fungsi seluruh bagian di lingkungan PDAM Kota Bogor. Pengenalan tugas dan fungsi masing-masing ba­gian sangat penting sebelum para pegawai baru ini terjun menekuni posisinya masing-masing.

“Kegiatan itu diikuti 41 karyawan baru dari selu­ruh bagian, mulai dari Bagian Produksi, Trans­misi dan Distribusi, Keuangan, Sekretariat, Pelayanan Pelanggan, Litbang dan lain-lain.

Selain harus tahu tugas masing-masing bagian, mereka pun ha­rus tahu tugas dan fungsi bagian-bagian lain. Misalnya, karyawan Subbagian Kebo­coran harus tahu tugas bagian Keuangan,” ungkapnya.

Deni mengaku, kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk mencetak pega­wai-pegawai berkualitas dan berkarakter.

“Karyawan merupakan asset yang tidak bisa diabai­kan. PDAM Kota Bogor akan semakin maju kalau karyawa­nnya berkualitas dan punya karakter. Kalau karyawannya kurang maksimal, perusahaan itu tidak akan maksimal,” kata Deni.

Deni menjelas­kan, tantangan yang dihadapi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor kedepan akan se­makin berat. Hal ini karena warga Kota Bogor akan meng­hadapi krisis air bersih meng­ingat idle capacityyang dimil­iki PDAM Kota Bogor sudah semakin berkurang.

“Ini kenyataan yang ha­rus kita hadapi bersama. Kami, di­reksi dan manajemen tidak bisa bekerja sendiri untuk menga­tasi krisis ini. Kami perlu te­man-teman (karyawan peser­ta Introduction Day) untuk membantu tugas kami. Tan­pa teman-teman yang telah bekerja dengan baik, mustahil direksi dan manajemen bisa menjalankan tugas sesuai pro­gram yang ada,” kata dia.

Dalam pemaparannya, Deni yang baru mengikuti Diklat Manajemen Air Mi­num Berbasis Kompetensi yang diselenggarakan Per­pamsi di Jakarta menjelas­kan analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats) untuk men­getahui peta konkret yang dihadapi PDAM Kota Bo­gor.

Deni menegaskan, PDAM Kota Bogor dalam matrik SWOT masih dalam posisi sehat. Hal ini berkat kerja keras dan komitmen tinggi para karyawan dalam memajukan perusahaan air minum milik Pemkot Bogor.

“Yang paling penting bagi karyawan dalam upa­ya memajukan perusahaan itu adalah bekerja dengan dilandasi iman dan taqwa atau imtak. Sehebat apapun orang itu, jika bekerja tidak dilandasi imtak, hasilnya ti­dak akan maksimal,” tutup Deni. (Abdul Kadir Basala­mah)

 

loading...