MOSKOW TODAY – Sistem rudal Rusia menghancurkan pesawat nirawak atau UAV yang terbang menuju pangkalan militer Khmeimim di Suriah. Asal-usul UAV yang melakukan serangan itu belum diketahui.

Insiden itu berlangsung pada 27 Juli 2018 lalu, namun baru diungkap Kementerian Pertahanan Rusia, semalam.

Meski penyerang belum diungkap, Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah meminta para komandan formasi bersenjata ilegal untuk menghentikan provokasi dan menyetujui penyelesaian damai dari konflik di negara yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad tersebut.

“Pada 27 Juli, Angkatan Udara Rusia mendeteksi dan menghancurkan UAV, diluncurkan dari wilayah di bawah kendali formasi bersenjata ilegal di utara provinsi Latakia menuju pangkalan udara Rusia Khmeimim,” kata Kementerian Pertahanan Rusia, dikutip Sputnik, Minggu (29/7/2018).

Menurut kementerian tersebut, insiden serangan UAV tidak mengakibatkan kerusakan atau pun korban jiwa.

“Target udara dihancurkan oleh sistem rudal anti-pesawat (jauh dari) pangkalan udara,” ujar kementerian itu. Tidak disebutkan sistem rudal Moskow yang menghancurkan UAV itu, namun pangkalan udara Khmeimim dilindungi oleh sistem rudal pertahanan S-400.

Sebelumnya, pada pertengan bulan Juli, Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah melaporkan tentang beberapa drone yang diluncurkan dari daerah yang dikendalikan militan menuju pangkalan Khmeimim.

Seorang wakil dari pangkalan udara Khmeimim melaporkan bahwa pada bulan Juni, Mei dan April, sejumlah UAV misterius terdeteksi oleh unit kontrol ruang udara Rusia di sebelah timur laut pangkalan udara. Semua UAV hancur.

Sekadar diketahui, pasukan Rusia telah dikerahkan di Suriah pada musim gugur 2015 atas permintaan pemerintah Suriah, yang meminta bantuan Moskow dalam perang melawan terorisme. (Net)

 

loading...