JAKARTA TODAY – Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) anjlok dan akhirnya menembus level paling dalam yakni Rp14.500-an per USD. Cara Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan nampaknya tidak ampuh membuat Rupiah stabil.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Jumat (20/7/2018) pukul 09.35 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 28 poin atau 0,19% ke level Rp14.442 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.126 per USD-Rp14.453 per USD.

Sementara itu, Yahoofinance mencatat Rupiah melemah 55 poin atau 0,38% menjadi Rp14.525 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp14.468 per USD hingga Rp14.425 per USD.

Sebelumnya, kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena data ekonomi yang keluar dari negara tersebut secara umum positif.

Departemen Tenaga Kerja AS mengklaim pengangguran mingguan AS turun ke tingkat terendah sejak 1969. Dalam pekan yang berakhir 14 Juli, angka pendahuluan untuk klaim awal yang disesuaikan secara musiman mencapai 207.000, turun 8.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya.

Rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 220.500, turun 2.750 dari rata-rata direvisi minggu sebelumnya. Greenback juga didukung oleh pernyataan terbaru dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell.

Powell mengatakan dalam dua sesi sebelumnya bahwa ekonomi AS berada di titik puncak beberapa tahun di mana pasar kerja tetap kuat dan inflasi tetap di sekitar target The Fed sebesar 2,0%. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,04% menjadi 95,110 pada akhir perdagangan Kamis 19 Juli 2018 waktu setempat. (net)

loading...