BOGOR TODAY – Bakal Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) gencar blusukan menemui warga. Kemarin (29/7), Walikota Bandung itu, bertemu dengan sejumlah wartawan Bogor di Rumah Makan Dleuit Ageung, di kawasan Yasmin, didampingi sejumlah relawannya dan hadir juga Ketua DPW PPP Jawa Barat Ade Munawaroh Yasin (AMY). Tak hanya di Kota Bogor, dia juga menampung curhatan warga Desa Cibatok I, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Saat bertemu dengan wartawan, Ridwan menyatakan, jika pasangannya nanti wajib memiliki elektabilitas yang tinggi. “Memang untuk penentuannya tergantung kesepakatan antar koalisi partai nantinya. Namun, saya juga memiliki kriteria sendiri untuk pendamping di Pilgub Jabaar nanti,” ujar Ridwan dalam sesi tanya jawab.
Ia mengaku, sudah membagi dua kelompok untuk cawagubnya nanti. Kelompok pertama adalah yang diusulkan oleh partai koalisi seperti yang ada saat ini dari PPP sudah menyetorkan dua nama yakni Bupati Tasikmalaya serta anggota DPR-RI. Kemudian, dari Demokrat, PKB, PAN dan partai lainnya juga sudah muncul sejumlah nama, misalnya Walikota Bogor Bima Arya, Anggota DPR RI Dessy Ratnasari serta nama-nama lainnya.
“Dan kelompok kedua, sebenarnya adalah pilihan saya yang mudah-mudahan saja bisa diterima oleh koalisi partai nantinya. Di kelompok ini, hanya ada dua nama yaitu Deddy Mizwar (Demiz) yaitu Wakil Gubernur Jabar saat ini. Dan tokoh agama yang sudah terkenal yakni Aa Gym,” beber dia.
Dan saat melakukan tatap muka di Desa Cibatok I. Ridwan mengakui, jika Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang sangat luas dengan jumlah penduduk terbanyak di provinsi Jawa Barat. Oleh karena itu, dirinya ingin mengetahui masalah-masalah yang ada.
“Saat silaturahmi untuk menjadi walikota, 79 persen ingin mendengarkan problem, ini yang perlu dipelajari, saat jadi walikota saja saya shoping masalah dan terkumpul 300 masalah yang dicicil dan dapat diselesikan secara bertahap,” ujarnya.
Dia mengaku, ingin membawa perubahan seperti yang dilakukannya di Kota Bandung.  Jika terpilih sebagai gubernur, beberapa program yang berhasil di  Bandung akan diterapkan di tingkat provinsi.
“Apa yang bagus di Bandung akan saya tarik. Alhamdulillah anak sekolah tidak hanya SPP gratis setiap bulan tapi dikasih kartu juga, seragam gratis termasuk perlengkapan-nya, jika dihitung (anggarannya, red) mudah-mudahan bisa,” jelasnya.
Belum lagi terobosan dokter dan perawat datangi rumah warga yang sakit kini sudah menjadi program rutin di Bandung. Emil bahkan sudah membuat kemajuan di bidang kesehatan dengan jemput pola program yang diberi nama Layad Rawat bagi warga Bandung.(Yuska Apitya)
loading...