alfian mujani 240SEORANG wanita berkonsultasi tentang kehidupan keluarganya. Wanita itu bercerita bahwa suaminya telah membelikannya sepatu mahal. Dia protes dan menganggapnya seba­gai pemborosan karena yang namanya sandal ya tempatnya tetap di kaki dan diinjak-injak. Tak pernah ada sandal yang diletakkan di atas kepala. Semahal apapun sandal itu. Kasihan nasib manusia sandal

Sang suami menjawabnya dengan seny­um, sebuah jawaban yang membuat istrinya itu terharu meneteskan air mata: “Sayangku, sandal ini adalah untuk kaki yang di bawah telapaknya ada surga untuk anak-anak kita. Kakimu kaki surgawi yang harus kuhormati. Kaki surga tak akan pergi menuju jalan neraka. Berhati-hatilah.”

Wanita itu kemudian bertanya lagi: “Ada yang bilang bahwa surga isteri ada pada ridla suami. Lalu apa yang bisa saya beli ma­hal untuk suami saya? Saya mau memba­las kebaikan suami saya.” Sulit bukan untuk menjawabnya? “Tenangkan hatiku dengan ketaatanmu, damaikan jiwaku dengan seny­ummu, sejukkan mataku dengan penampilan­mu. Itulah pakaian hatiku untuk senantiasa meridlaimu,’’ kata sang suami sambil berbisik di telinga si wanita itu.

loading...