CIBINONG TODAY – Buntut dari pembongkaran pedagang yang berada di lahan seluas kurang lebih 2300 meter persegi di Jalan Raya Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada Rabu 26 April 2017 kemarin, berbuntut dengan pelaporan ke Mabes Polri oleh ahli waris pemilik lahan tersebut.

“Saya tidak terima dengan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang terkesan arogen dengan melakukan penggusuran pedagang yang berjualan di tanah saya,” ujar ahliwaris Ivan Permata di lokasi pembongkaran, Kamis (27/4/2017).

Ivan – begitu disapa – tidak terima dengan penyegelan dan pemagaran tanah miliknya oleh Satpol PP Kabupaten Bogor. Menurutnya, tindakan penyerobotan itu, telah melanggar hukum. “Itu tanah milik siapa? Mengapa Pemkab Bogor berani – beraninya memagar dan menyegel tanah masyarakat, jelas itu dah melanggar hukum. Saya dan pengacara saya akan melaporkan ini ke Mabes Polri,” tutur Ivan dibenarkan Dr. Nurwidiatno‎

Informasi yang dihimpun, tanah yang besampingan dengan gedung DPD KNPI Kabupaten Bogor itu rencananya akan di bangun kantor Kelurahan Pakansari. Namun, hingga kini status tanah tersebut masih sengketa. Ivan sebagai ahliwaris dari Iyus mengkalim tanah tersebut telah di beli dari Rusdi seluas kurang lebih 3000 meter persegi dengan bukti pembelian berupa Girik.

Namun, Pemkab Bogor pun mengklaim bahwa tanah tersebut milik pemerintah daerah hasil pembelian dari 5 kepemilikan tanah dan salah satunya saudara Rusdi. Pemkab Bogor pun memiliki bukti pembelian tanah tersebut berupa berupa sertifikat. “Tanah itu milik pemerintah daerah, hanya saja masih ada 2 bidang yang belum disertifikat,” singkat K‎abid Pengelolaan Barang Daerah (PBD) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Iman W Budiana. (Iman R Hakim)‎

loading...