JAKARTA TODAY- Gaung pemerintah untuk mencintai produk lokal terus menggema di seluruh Indonesia. Demi meningkatkan muti dan kualitas, para usaha kecil dan menengah (UKM) pun dibina agar bisa bersaing secara internasional.

Bukan rahasia umum bila produk hasil kerajinan tangan UKM Indonesia diminati oleh masyarakat internasional. Inovasi dan kreasinya yang unik dan khas Indonesia membuat produk lokal dilirik mancanegara. Tak ayal, melihat peluang tersebut, salah satu wirausaha lokal yang dibina oleh Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Kemenkop dan UKM menciptakan produk unik dan berkualitas. Demikian seperti dikutip dalam keterangan tertulis LLP-KUKM, hari ini.

Kreativitas yang disalurkan Anto Suroto ini melahirkan produk berkualitas di bawah Rumah Desain milik LLP-KUKM di Gedung SMESCO ini melalui brand tas kulit Scano Exotic Indonesia. Anto melihat kaum perempuan menjadikan tas sebagai bagian dari gaya hidup, sehingga menjadi alasan dia mengembangkan produknya.

“Bahkan demi memenuhi kebutuhan tersebut, kaum hawa kerap memburu tas-tas berkualitas hingga ke luar negeri. Tak tanggung-tanggung, mereka rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah untuk satu tas saja. Tapi sekarang enggak perlu jauh-jauh berburu tas ke luar negeri. Sebab, segala kebutuhan fashion termasuk tas ada di Rumah Desain SMESCO Indonesia seperti Scano Exotic Indonesia. Produk-produk tas Scano Exotic dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan perempuan yang menyukai tas berkualitas,” ujar Anto.

Anto menyebutkan, tenant-nya memamerkan beragam tas kulit dengan model unik dan etnik, yaitu menggunakan kulit reptil. Semua produk Scano Exotic menggunakan kulit reptil sebagai bahan baku produk, karena memiliki tekstur yang baik dan tahan lama. “Sebanyak 70 persen produk Scano Exotic berasal dari kulit ular. 20 persen dari biawak, dan sisanya adalah campuran,” jelas Anto.

Adapun untuk menghasilkan produk tas kulit yang berkualitas tinggi, Anto mengaku, pernah belajar secara otodidak hingga ke Jepang dan beberapa negara di Eropa-Amerika. Nah, terkait penggunaan kulit ular ini, Anto memiliki izin resmi dari pemerintah dan memegang sertifikat CITES (Convention International Trade In Endangered Species of Wild Fauna and Flora), izin perdagangan antarnegara yang berkaitan dengan flora dan fauna.

Selain menggunakan kulit reptil berkualitas tinggi, produk-produk Scano juga dibuat melalui proses pengolahan yang diawasi dan pewarnaan berliku. “Setiap motif kulitnya berbeda antara satu barang dengan barang lainnya. Jadi, barangnya tidak akan sama seperti yang digunakan orang lain,” tutur Anto.

Sementara itu, Direktur Utama LLP-KUKM Ahmad Zabadi mengatakan, galeri tersebut memang dimanfaatkan sebagai “rumahnya desainer”. Para desainer dan perajin atau pelaku UKM binaan LLP-KUKM pun kian kreatif untuk berinovasi, berkarya, dan berpromosi di tempat tersebut sesuai dengan tagline House of Indonesia Designers.

Rumah Desain, kata Zabadi, menawarkan produk fashion termasuk busana muslim dan produk kulit. Di antaranya, sepatu, tas, dan aksesoris dari bahan kult. “Jadi, beda dengan yang ditawarkan di Galeri Indonesia Wow (GIW),” katanya.

Menurut Zabadi, pengunjung juga akan diberi pelatihan lewat program personal stylist. Nantinya, pengunjung akan diberikan tips cara memadukan busana terbaru. Galeri baru tersebut akan berbeda dengan pusat belanja lainnya.

“Tentunya menjadi terobosan baru. Kami juga memberikan servis bagaimana merancang busana. Bahkan, memberikan pelatihan membuat sepatu serta tas hingga bisa menembus pasar global,” pungkas Zabadi.(Yuska Apitya/mt)

loading...