CIBINONG TODAY – Masyarakat Kabupaten Bogor masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan. Berbagai cara dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk menekan angka kemisikinan di Bumi Tegar Beriman, salah satunya, memberikan pelatihan keterampilan.

“Bentuk keterampilannya seperti, tata boga, menjahit dan keterampilan lainnya agar masyarakat miskin ini mampu menghasilkan uang sendiri agar tidak bergantung kepada pemerintah dan orang lain,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinsos Kabupaten Bogor, Lenny Rachmawati, Selasa (8/8/2017).

Menurut Lenny – sapaan akrabnya – masyarakat miskin di Kabupaten Bogor yang paling banyak yakni di wilayah Kecamatan Rumpin dan Kecamatan Sukajaya. Untuk itu, Dinsos mengeluarkan program penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

“Ada 26 jenis fasilitator PMKS seperti, gelandangan, PSK, korban nafsa, anak jalanan, pengemis, penyandang disabilitas, lanjut usia yang terlantar,” papar Lenny.

Jumlah penduduk di Kabupaten Bogor sekitar 5,5 juta jiwa nyaris sama jumlahnya dengan penduduk Singapore. Namun, di Kabupaten Bogor masih banyak penduduk miskinnya tidak seperti di Singapore.

Untuk itulah, salah satu cara yaitu memberikan pelatihan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, agar masyarakat sejahtera , mandiri, mampu memenuhi kebutuhan social dan mampu melaksanakan fungsi sosial di masyarakat,” ucapnya.

Dia menambahkan, kesenjangan sosial merupakan tanggung jawab pemerintah. Dinas sosial tugas pokok dan fungsinya untuk pemenuhan kebutuhan dasar. “Negara harus hadir disetiap kebutuhan dasar  masyarakat seperti, sandang, pangan, papan, kesehatan, Dinsos memprioritaskan masyarakat miskin,” pungkasnya. (Fathya MG)

loading...