Untitled-14JAKARTAToday,  Kementerian Peker­jaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mencari strategi untuk lakukan percepa­tan penyediaan perumahan seb­agai bagian dari Program Sejuta Rumah.

Salah satunya adalah beker­jasama dengan PT Bank Tabun­gan Negara Tbk (BTN) untuk menawarkan produk pada para kontraktor berupa Kredit Modal Kerja (KMK) Kontraktor dan Fasilitas Bank Garansi.

“Saat ini kita perlu lakukan percepatan untuk menyediakan rumah, karena hingga Agustus ini progres fisik baru mencapai 25 persen. Maka pada hari ini kita ingin sampaikan pada para mitra untuk mengejar target,” kata Direktur Jenderal Penye­diaan Perumahan Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin, dalam keterangan tertulis, Rabu (17/8/2016).

Syarif meminta agar para kontraktor dapat memanfaatkan tawaran tersebut untuk mendu­kung percepatan pembangunan perumahan.

“Produk itu merupakan jami­nan yang dikeluarkan oleh bank atas permintaan nasabah untuk menjamin resiko tertentu yang timbul apabila nasabah tidak dapat menjalankan kewajibannya dengan baik kepada pihak yang menerima jaminan,” ujar dia.

Syarif menambahkan, pada tahun 2015 lalu anggaran untuk perumahan sebesar Rp7,7 trili­un, tahun 2016 ini anggaran me­ninggkat menjadi Rp8,1 triliun.

“Saya berharap kita bisa me­maksimalkan sisa empat bulan yang ada secara efektif untuk melakukan pengerjaan proyek. Untuk percepatan, pekerjaan di­lakukan 2 shift, dan kalau ternya­ta masih belum terkejar lakukan dalam 3 shift.” tuturnya. (*net)

loading...