JAKARTA TODAY- PT Pertamina (Persero) memprediksi volume penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jelang Idul Fitri rata-rata tumbuh 9,7 persen dibandingkan hari-hari biasanya. Bahkan, lonjakan akan terjadi H-10 (10 hari sebelum hari raya) dan H+10 (10 hari setelah perayaan).

Vice President Fuel Marketing Pertamina Afandi mengatakan, hitungan ini merupakan asumsi sementara dengan menimbang pergerakan konsumsi sepanjang kuartal I 2017. Sepanjang kuartal I, penjualan harian produk bensin (gasoline) Pertamina tercatat 100 ribu kilo liter (kl) per hari.

Perhitungan ini juga didasarkan pada tren penjualan BBM pada momentum perayaan Idul Fitri tahun lalu. Prediksi ini terbilang moderat karena belum memperhitungkan permintaan dari beberapa ruas tol baru yang sedianya beroperasi menjelang masa mudik. “Ini masih berdasarkan data sebelumnya. Nanti kalau ada jalan tol-tol baru dibuka, tentu angkanya berubah lagi. Kalau dulu, yang agak parah kan di Gerbang Tol Brexit (tol keluar Brebes), sekarang ini katanya ada ruas lain yang akan bertambah,” ujarnya, Selasa (4/4/2017).

Lebih lanjut ia menyebutkan, peningkatan volume penjualan BBM yang signifikan akan terjadi di produk pertalite dengan konsumsi sebesar 45 ribu kl per hari dari angka biasanya sebesar 39 ribu kl per hari. Dengan kata lain, pertumbuhan konsumsinya diprediksi sebesar 15,38 persen.

Sementara, penjualan pertamax diprediksi meningkat 11,74 persen dari penjualan hari biasa 17 ribu kl per hari menjadi 19 ribu kl per hari. Adapun, untuk konsumsi premium diprediksi mencapai 40 ribu kl per hari jelang hari raya atau tumbuh 5 persen dibanding konsumsi hari biasa yang hanya 38 ribu kl per hari.

Kecilnya pertumbuhan konsumsi premium ini, sambung Afandi, dikarenakan banyak masyarakat yang berpindah dari BBM penugasan ke BBM non-penugasan. Menurut data Pertamina, saat ini penjualan premium mencapai 44 persen dari total penjualan bensin Pertamina. Angka ini menurun drastis dibanding dua tahun lalu sebesar 85 persen.

“Memang, angka premium lebih kecil karena kan banyak yang migrasi ke pertamax atau pertalite. Namun, kami tetap antisipasi lonjakan permintaan untuk ketiga jenis BBM tersebut,” ungkapnya.

Salah satu langkah tersebut, ia menerangkan, dengan menyediakan penjualan pertamax dalam kantong di 10 titik yang terdapat di jalur mudik Jakarta hingga tol Ngaliyan. Apalagi, kebutuhan ini akan terasa di H-2 lebaran, di mana lonjakan permintaan diprediksi sebesar 31 persen.

“Tentu, kami juga akan menambah tanker untuk memperbanyak stok jika terjadi peningkatan konsumsi. Kami akan menambah stok di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) demi mengantisipasi lonjakan tersebut,” pungkas Afandi. (Yuska Apitya)

loading...