IMG-20170215-WA029
CIBINONG TODAY – Cerita sedih 98 siswa ‎kelas jauh SDN Sirnaasih di Kampung Cisarua, Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, yang belajar di gubuk tenda biru akan berakhir tahun ini. Setelah proses hibah dan pembebasan lahan telah dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, untuk membangun beberapa lokal kelas yang nantinya digunakan kegiatan belajar mengajar siswa kelas jauh.
“Semua proses mulai dari surat hibah dan pengajuan bantuan ke pemerintah pusat sudah dilakukan dan telah diacc oleh pemerintah pusat. Karena, pembangunan ruang kelas jauh itu menggunakan dana suwakelola tapi non DAK,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, TB. Lutfie Syam, Senin (20/2/2017).
Dijelaskan Lutfie – begitu disapa – bantuan yang diberikan pemerintah pusat berupa uang kurang lebih sebesar Rp 300 juta untuk membangun 4 ruang, 3 ruang kelas belajar dan satu ruang guru. Pemberian bantuang aung diberikan langsung ke sekolah induk melalui rekening sekolah. “Untuk teknis pengelolaan, bisa dilakukan oleh masyarakat, komite sekolah dantentunya diketahui pemerintah desa setempat,” jelas Lutfie.
Seharusnya, sambung Lutfie, Februari 2017  ini sudah mulai pelaksanaan, mengingat tahap pertama bantuan dari pemerintah pusat untuk membangun ruang kelas jauh sudah diberikan. Namun, curah hujan yang begitu inten membuat tim teknis kewalahan untuk mengangkut material ke lokasi. “Medan jalan kesana cukup ekstrim, padahal kami sudah mempersiapkan alat berat untuk melakukan perataan tanah. Jadi nunggu hujannya rada reda dan jalannya bisa dilalui mobil,” imbuhnya.
Selain bantuan dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui APBD 2017 telah menganggarakan sebesar Rp 600 juta untuk tambahan ruang kelas di sekolah induk SDN Sirnaasih. “Karena, sekolah induknya pun hanya memiliki 3 lokal saja degan jumlah siswa yang mencapai hampir 200 san, tentunya itu sangat kurang. Oleh karena itu, Pemkab Bogor pun mengalokasikan dana untuk membangun tambahan kelas lagi,” ucap mantan Kasatpol PP itu.
Sekedar informasi, hibah tanah untuk membangun ruang kelas jauh telah dilakukan. Awalnya, tokoh masyarakat setempat hanya menghibahkan tanah seluas kurang lebih 500 meter persegi. Namun, berkat kedermawanan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi, yang membeli sisa lahan lainnya, akhirnya luas lahan untuk pembangunan ruang kelas sekolah jauh menjadi kurang lebih 1800 meter persegi.
“Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor yang juga sebagai warga asli dari Bogor Barat, tentunya ini menjadi tanggungjawab saya untuk memberikan fasilitas belajar mengajar untuk siswa kelas jauh yang tinggal di Kampung Cisarua. Saya berharap semoga tidak ada lagi siswa yang belajar di saung tenda,” tegas pria yang akrab disapa Jaro Ade . (Iman R Hakim)
loading...