NANGGUNG TODAY – Sungguh mengkhawatirkan, banyak pelajar di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor tingkas SMP dan SMA mengkonsumsi obat berbahaya seperti‎ Heximer, Tramadol dan dextro. Padahal, obat tersebut biasa digunakan bagi penderita gangguan saraf dan sangat dilarang bagi yang tidak menderita gangguan saraf.

Ironisnya, obat yang hanya bisa dibeli dengan disertakan resep dari dokter tersebut dijual bebas olah salah satu apotek di Kampung Pangkaljaya, RT 04 / 08, Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.‎

Penuturan salah seorang warga Sekitar TN (40), mencurigai toko obat berkedok apotek yang berada persis di sebrang rumah mantan anggota dewan, kerap dikunjungi pelajar.‎‎ “Banyakan anak sekolah yang belanja obat ke apotek itu, dan saat warga nanya ke pelajar tersebut, katanya beli obat namanya pil Heximer dan pil Tramadol. Dan obat itu sudah dijual bebas oleh apotek itu, kebanayak yang beli anak sekolah.‎

Awalnya, masyarakat tidak mengetahui bahwa obat obatan tersebut sangat dilarang jika diperjual belikan tanpa resep dokter. “Ternyata pil itu obat penenang dan berbahaya jika dikonsumsi anak – anak. Namun, sepertinya pembelinya semakin banyak dan belum ada teguran kepada pemilik toko obat itu. Dan kami sebagai masyarakat sngat khawatir dengan peredaran obat penenng yang dijual bebas itu,” tandasnya.‎

Sekedar informasi, peredaran obat – obatan terlarang itu terdapat didalam pasal 196 Undang – undang (UU) RI Nomor 36 th 2009 tentang Kesehatan dan UU RI Nomor 36 tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan, hukuman paling lama 12 tahun penjara atau denda paling sedikit Rp 1 miliar. (Agus)‎

loading...