MALANG TODAY- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor menjadi salah satu penggagas  penerapan sistem e-katalog dan Transformasi Pengadaan Barang dan Jasa se-Indonesia dalam seminar Pengadaan Barang dan Jasa ‘Menggagas e-Katalog dan Transformasi Pengadaan PDAM’ di Malang, Jawa Timur, pekan lalu.

Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar seratus PDAM se-Indonesia tersebut, PDAM Kota Bogor menekankan pentingnya Transformasi Pengadaan dan penerapan  sistem e-Katalog dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Di dalam pertemuan tersebut, dibentuk Forum Komunikasi Pengadaan (FKP) PDAM seluruh Indonesia melalui deklarasi pembentukan Forum Komunikasi Pengadaan PDAM yang ditandatangani oleh direksi PDAM yang hadir.

Direktur Umum (Dirum) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan yang menjadi pembicara dalam pertemuan mengatakan, penerapan e-katalog dapat meminimalisir berbagai mark up karena harga yang ditetapkan sudah disepakati oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

“Melalui e-katalog kita akan lebih mudah mendapatkan barang dan jasa, dengan ini juga kita bisa menekan kebocoran karena harga barang dan jasa sudah ditetapkan LKPP,” kata Rino.

Jika e-Katalog untuk PDAM tersebut sudah terbentuk, Rino berharap pelaksana pengadaan barang dan jasa harus bersungguh sungguh melaksanakan pengadaan dan sesuai aturan yang berlaku.

“Jadi nanti pejabat yang bersangkutan harus memahami betul pencegahan tindak korupsi saat menyelenggarakan pengadaan barang dan jasa,” kata dia menekankan.

e-Katalog menjadi instrumen baru dalam menciptakan pengadaan barang dan jasa di PDAM yang terbuka dan efisien. Melalui e-Katalog, pembelian barang dan jasa bisa dilakukan secara cepat dan mudah. Rino optimistis dengan banyaknya pilihan dan fleksibilitas dalam membeli produk, dapat memilih dan menentukan produk sesuai kebutuhan. Apalagi informasi spesifikasi, harga dan merek telah dibuka bahkan dapat diakses oleh semua pihak.

“Nanti e-katalog ini meng-create pasar dan harus terbuka harganya. Ini semacam Crowd Control. Dan publik bisa ikut mengawasi langsung,” Tuturnya.

Rino menambahkan, di era digital ini tren pengadaan ikut bergeser ke arah yang lebih canggih, tidak lagi manual. Penerapan sistem elektronik, platform digital serta sistem online makin dilirik banyak perusahaan dan instansi pemerintah dalam proses pengadaan barang dan jasa.

“Masa depan pengadaan barang dan jasa bisa semakin cerah dan jauh dari sistem yang rumit. Tentunya untuk mencari satu solusi yang pasti, yaitu kepraktisan. Oleh karena itu, sistem pengadaan elektronik pun akhirnya menjadi salah satu solusi untuk menjauhkan sistem pengadaan barang dan jasa dari tindak penyalahgunaan,” imbuh Rino.

Melalui sistem e-procurement, semua proses pengadaan akan transparan dan bisa dikontrol oleh berbagai pihak. Dengan program ini, masa depan pengadaan barang dan jasa akan semakin baik, belanja perusahaan semakin terkontrol, perputaran uang semakin stabil, dan mempengaruhi perekonomian ke arah yang lebih baik.

Rino menegaskan, dalam waktu dekat PDAM Tirta Pakuan melakukan sejumlah langkah dan persiapan untuk menjalankan sistem ini. “Langkah awalnya adalah membuat SOP yang mewadahi program tersebut, serta yang diketahui oleh LKPP. Kemudian, mempersiapkan SDM yang mumpuni dan menyamakan persepsi antar penyedia jasa, penerima jasa, panitia pengadaan serta penegak hukum,” jelas Rino. (Yuska Apitya)

loading...