BOGOR TODAY – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan mendapat kunjungan istimewa dari Pemerintah Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (28/1/2019). Kunjungan kerja tersebut dilakukan atas dasar rekomendasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengenai sistem manajemen pengelolaan air minum.

Tampak dalam rombongan, Wakil Wali Kota Bitung Maurits Mandiri didampingi Perwakilan PDAM Kota Bitung dan Staf Dinas PUPR. Mereka disambut hangat oleh Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman bersama Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Denny Sumardikarya dan Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Sya’ban Maulana.

“Kunjungan kami ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor atas rekomendasi dari Kementerian PUPR. Di sini kami ingin melihat dan belajar secara lebih jelas tentang sistem manajemen pengelolaan air minum di PDAM Tirta Pakuan untuk diterapkan di Kota Bitung,” ujar Maurits Mandiri di kantor PDAM Tirta Pakuan di Jalan Siliwangi, Bogor Timur, Kota Bogor.

Maurits menambahkan, penduduk Kota Bitung saat ini hanya berjumlah 250 ribu jiwa dengan jumlah cakupan pelanggannya baru 50 persen. Namun, ke depan kota pelabuhan ini akan menjadi kota dengan pertumbuhan pembangunan yang pesat.

“Sehingga dalam pengelolaan manajemen air minumnya harus semakin lebih baik dengan membuat strategi yang tepat. Hal ini penting sekali kalau tidak antisipasi belajar dari sekarang bisa kerepotan nantinya,” jelasnya.

Ia menuturkan, lewat pemaparan yang telah disampaikan PDAM Tirta Pakuan, pihaknya akan menerapkan beberapa metode yang dilakukan PDAM Tirta Pakuan di kotanya. Sebut saja, terkait air baku yang kerap keruh ketika tingkat hujan tinggi ternyata bisa dicegah dengan pembuatan biopori serta metode distrik meter untuk pengawasan terhadap kontrol air keluar dan ketika bocor.

“Kami akan terapkan metode tersebut sembari menambah jumlah pelanggan karena pada 2020 sesuai perintah pemerintah pusat harus mencapai cakupan 100 persen untuk air minum,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Kota Bogor Deni Surya Senjaya mengatakan, Kota Bitung memang belum seperti Kota Bogor yang jumlah penduduknya padat namun mereka ingin pengelolaan PDAM-nya semakin baik yang turut didukung pemerintahnya.

PDAM Tirta Pakuan, kata dia, sangat terbuka untuk menjadi tempat belajar yang tak jarang menjadi percontohan bagi PDAM di daerah lain. Pasalnya dengan ada studi banding ini PDAM Tirta Pakuan juga bisa terus belajar dan tidak terlena dengan predikat saat ini.

“Kami disini saling berbagi ilmu. Contohnya menjaga sumber air dengan reboisasi dan biopori hal itu agar air permukaan jadi air resapan sekaligus menjaga debit air tetap terjaga,” terangnya. (Lintang)

 

loading...