JAKARTA TODAY- Ketua Umum Partai Republik Suharno Taruprawiro melantik sejumlah pengurus pusat, kemarin. Dalam pidatonya, Suharno juga mengatakan, dua tahun Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin, banyak kemajuan yang sudah dirasakan. Selain pembangunan infrastruktur, kondisi ekonomi dalam negeri juga diyakini terus membaik.

“Banyak kemajuan, antara lain yang bisa dilihat pembangunan infrastruktur luar biasa kecepatan, tax amnesty terbaik di dunia, dan disebut paling berhasil. Ketiga yang baru saja dideklarasikan saber pungli,” kata Suharno kepada wartawan di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (26/10/2016).

Dirinya merinci, untuk perkembangan infrastruktur, Jokowi disebut berhasil menekan biaya logistik. Contohnya jika dulu terkendala dengan ongkos angkut yang mahal lantaran belum ada akses jalan, kini bisa ditekan jadi lebih murah.

“Tax amnesty, ini keberhasilan Presiden Jokowi meyakinkan pemilik uang yang mendeklarasi lebih dari ratusan triliun Rupiah dalam waktu singkat. Itu menujukan kepercayaan pengusaha, dan pemilik uang. Ini menjadi modal utama,” katanya.

Dengan berhasilnya program tax amnesty ini kata Suharno, seluruh data wajib pajak sudah ada di kantong Jokowi.

“Tahun depan uangnya ditanam dengan enak, transparan, hasilnya akan mendatangkan pajak di kemudian hari, efek domino positif terus terlihat,” katanya.

Dirinya juga mengapresiasi kebijakan yang baru saja dijalankan pemerintah, yaitu dibentuknya Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli).

“Dengan keberhasilan ini maka tahun demi tahun akan lebih berhasil. Dua tahun sudah menghasilkan buah baik. Walaupun tantangan besar sebagai pemimpin tetap harus berpikir kedepan,” katanya.

Sebagai salah satu pimpinan parpol, Suharno berharap agar Presiden Jokowi terus konsisten menuntaskan tugasnya hingga tahun 2019.

“Konsistensi, itu sudah. Termasuk jika menteri jelek nggak usah nunggu enam bulan, ganti langsung. Jadi presiden harus konsisten dengan kebijakan pro rakyat,” katanya.

Dalam kesempatan itu Suharno didampingi Wakil Sekjen Partai Republik Unggul Kurniawan Boeko.(Yuska Apitya)

loading...