JAKARTA TODAY- Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mendorong bank asing di Indonesia untuk meningkatkan pembiayaannya di sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor. Bank asing yang disasar berstatus kantor cabang maupun joint venture.

“Ini penting ya, saya kira kehadiran bank asing di Indonesia kita dorong mestinya juga untuk bantu trade financing, karena mereka sebetulnya punya jaringan luas di luar negeri,” ucapnya seusai menghadiri konferensi ICC di Shangri-La, Jakarta, hari ini.

Menurutnya, selama ini UMKM masih menghadapi masalah finansial dan jaringan dalam kegiatan ekspor. Sementara bank asing memiliki modal dan jaringan yang terdigitalisasi sehingga tepat untuk menggarap sektor UMKM. “Karena itu kita berharap kehadiran bank asing lebih fokus terhadap penyediaan trade financing, terutama buat SME,” tutur dia.

Muliaman menambahkan, pihaknya juga akan menfasilitasi para banker untuk mendapatkan sertifikasi internasional di bidang Trade & Guarantee. Pasalnya, baru 270 orang Indonesia yang memegang sertifikasi ini. Angka tersebut sangat kecil bila dibandingkan Tiongkok dan India. “Tiongkok dan India memiliki lebih dari 7.000 orang pemegang sertifikat perdagangan internasional,” ungkapnya.

Sertifikasi penting agar para bankir mampu memperluas pasar pembiayaan sehingga bank tidak kesulitan memenuhi kuota pembiayaan UMKM. “Kita ingin fasilitasi para bankers Indonesia yang paham trade finance terutama untuk buka akses UMKM ke keuangan harus kita perbanyak,” pungkas dia.

Berdasarkan data OJK, per Januari 2017 pertumbuhan kredit ekspor perbankan nasional telah mencapai Rp113,73 triliun, naik 23,64 persen dari posisi Januari 2016 yang sebesar Rp91,8 triliun.(Yuska Apitya)

loading...