CIBINONG TODAY – Pemilihan kepala daerah dan gubernur serentak tinggal beberapa bulan lagi. Ironisnya, masihbanyak warga yang tidak mengetahui akan ada pesta demokrasi pada pertengahan 2018 mendatang. Alasan warga, tidak pernah ada sosialisasi kemasyarakat.

“Saya tidak tahu kalau bakal ada pemilihan kepala daerah apalagi serentak, karena kami belum pernah mendapatkan sosialisasi dari pemerintah,” ujar Marni penjual minuman keliling, Selasa (8/8/2017).

Kendati banyak sepanduk para bakal calon bupati yang terpampang di sudut lampu merah, masih banyak masyarakat yang tidak tahu soal adanya Pilkada. Meski banyak pemberitaan baik di media cetak maupun elektronik namun tidak sampai ke masyarakat kurang mampu.

“Saya tidak pernah baca maupun beli koran. Handphon juga saya mah, hp yang biasa dan tidak bisa menggunakan smartphone,” tutur wanita paruh baya itu.

Selain minimnya sosialisasi, ada pula masyarakat yang mengkritisi soal pesta demokrasi yang dianggap kurang pro rakyat,karena kebanyakan calon hanya bisa mengumbar janji, setelah jadi, lupa akanjanjinya.

“Sebagaimana kita ketahui, masyarakat menginginkan seorang pemimpin yang bertanggungjawab serta bisa mensejahterakan rakyatnya,” kata salah seorang pengemudi Ojek Online, Subur.

Tidak hanya itu, Subur punmengkritisi anggaran pemilu yang membengkak. Menurut dia, pemerintah harus mampu menekan dana pemilu dan dialokasikan untuk program yang lebih dirasakan masyarakat.

“Kalau bias, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) digunakan untuk memperbaiki jalan, mengingat jalanan di Kabupaten Bogor ini, banyak yang rusak. Terus, kalau bisa lapangan pekerjaannya diperbanyak,” pintanya. (Napisah MG)

loading...