JAKARTA TODAY – Banyak cara dilakukan untuk membangun kebersamaan, terutama jelang berjuang di ajang yang mempertaruhkan nama bangsa dan negara. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi punya cara untuk membangun suasana tersebut.

Bertempat di kediamannnya, Jalan Widya Chandra III No.14 Jaksel, serangkaian acara digelar. Dari nonton film bersama, bernyanyi dan menggelar lomba agustusan. Harapannya, momen sederhana ini bisa membangun rasa kekeluargaaan, kebersamaan dan percaya diri para atlet yang akan berlaga di Asian Games 2018.

Dalam satu pekan ini, Menpora secara bergiliran menjamu atlet yang datang. Mobil dan bus yang mengantarkan atlet tampak sering terlihat parkir di depan rumah Menpora. Para pegawai mulai dari satpam hingga bagian dapur pun terlihat sibuk menyambut kedatangan para atlet dan menyajikan makanan mereka.

Acara makan malam bersama atlet ini di buat begitu santai dengan jamuan khas rumahan. Ikan asin, sayur tahu, sayur tempe, ayam, sayur terong dan sambel menjadi jamuan malam lalu ini.

“Jamuan malam ini betul-betul khas rumahan. Ada sambel, terong, ikan asin, sayur tahu dan sayur tempe. Sambel dan terong menjadi makan saya sehari-hari,” ujar Imam.

Suasana tambah meriah saat di gelar lomba makan kerupuk, lomba joget dan lomba nyanyi yang pesertanya dari atlet.  Menpora pun tidak ketinggalan  untuk  ikut lomba makan kerupuk. Semua peserta lomba  dapat hadiah Maskot Asian Games dan Jaket Asian Games.

“Terima kasih atas kehadiran teman-teman  di saat  sedang konsentrasi penuh untuk menghadapi event Asian Games. Biasanya kalau mau tanding itu pasti suasana jadi tegang  apalagi  dikejar target.  Makanya, malam ini, kita buat santai, kita  happy saja. Yang penting teman-teman semua selama ini sudah berlatih dan ini sangat  luar biasa. Saya ucapkan  terimakasih  sekali atas semua pengorbanan dan  perjuangan para atlet, ” ucapnya.

“Ada yang mengatakan kalau jadi atlet itu enak, sering ke luar negeri. Saya bilang itu yang kalian lihat tapi yang kalian tidak lihat pengorbanan atlet itu sangat luar biasa. Atlet mengorbankan semuanya, jiwa raganya termasuk hobinya. Cita-citanya hanya satu ingin membanggakan Indonesia. Itu kadang yang kita tidak  tahu. Karenanya untuk para atlet dan pelatih, pemerintah akan berusaha memberikan  yang terbaik pada saatnya nanti. Jangan khawatir, yang penting kalian  sekarang berjuang demi merah putih,” tambahnya yang di sambut tepuk tangan oleh para atlet.

Ia melanjutkan, kami juga sudah berulang-ulang  kirim permohonan kepada dewan masjid, Majelis Ulama Indonesia,  Konferensi Wali gereja Indonesia, pemimpin agama Hindu dan pemimpin agama Budha untuk selalu mendoakan atlet Indonesia. Semoga atlet kita tidak  ada yang cedera, semoga atlet  kita betul-betul kuat hatinya dan tidak ada yang dipikirkan kecuali ingin mengharumkan nama Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI)  Anindya Novyan Bakrie mengucapkan terimakasih kepada Menpora karena selama ini Menpora selalu memperhatikan atlet.

“Saya berterima kasih pada Pak Menteri untuk perhatian yang diberikan. Karena memang atlet aquatic ini tahu sekali beban tidak sedikit. Kita mendapat berkah yang luar biasa, bahwa Aquatic Center salah satu yang terbaik  di Asia Tenggara,” ujarnya.

Jadi, lanjutnya, Aquatic Center bukan suatu fasilitas yang biasa tapi  sangat luar biasa dan juga harganya tidak murah dan itu  dana APBN. Tentu semuanya ini tidak seperti membalikkan telapak tangan tapi itu tidaklah mungkin tanpa perjuangan Pak Menteri.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum PRSI juga melaporkan kesiapan PRSI untuk  menghadapi Asian Games 2018. “Bahwa kami dari PB PRSI benar-benar habis-habisan untuk memastikan memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Tentu memberikan yang terbaik  dari sisi prestasi tapi juga kami selalu cek dan ricek dari sisi penyelenggaraan. (Net)

loading...