MESTINYA kita lebih termotivasi untuk terus mengaji dan mengkaji Alqur’an. Ilmu yang tersimpan di dalamnya bagai laut tak bertepi, luas dan dalam menyimpan khazanah yang tak bisa diangkakan. Quran tak hanya mengupas tuntas tentang bagaimana hubungan  mahluk dengan Alkhaliq, tetapi juga menjlentrehkan dengan gamblang tentang hubungan manusia dengan semua makhluk Allah.

Alquran tak hanya berbicara tentang alam kubur dan alam akhirat, tetapi juga tentang alam ruh, alam rahim dan alam dunia. Memang tak semua orang yang membaca Alquran bisa menemukan kandungannya, menyerap nilai-nilainya dan merasakan nikmatnya hidangan Alquran.  Imam Zarkasyi berkata, “Barangsiapa tidak memiliki ilmu, pemahaman, ketakwaan dan perenungan, maka dia tak akan menemukan seauatu berupa kelezatan (kenikmatan) Alqur’an.”

Untuk merasakan nikmatnya Alqur’an dibutuhkan ilmu, baik ilmu yang berkaitan langsung dengannya yang disebut dengan Ilmu-ilmu Alqur’an, maupun ilmu pendukung seperti Ilmu Alam, sosial dan lainnya. Juga diibutuhkan pula pemahaman dan perenungan. Sebagai petunjuk, Alquran hendaknya jangan hanya dibaca, tetapi juga harus direnungkan.

Yang juga sangat penting  adalah menata hati saat mengaji dan megkaji Qur’an. Niatkan untuk meningkatkan ketakwaan, fokuskan untuk memupuk cinta kepada Allah, dan tujukan sebagai sebuah bentuk ketaatan. Insya Allah kita akan semakin lekat dengan Alqur’an Alkariim.

loading...