Luis-Milla

JAKARTA TODAY-  Luis Milla tak terintimidasi jarak lebih dari 10 ribu kilo meter antara Spanyol dan Indonesia. Ia menyatakan, keputusan mengambil jabatan sebagai pelatih tim nasional Indonesia adalah sebuah petualangan yang tak bisa ditampik.

“Mengapa harus menolak? Ketika saya menerimanya, saya tahu tujuan saya. Ini akan menjadi pengalaman hidup dan sepak bola yang positif. Ini juga soal mengenal kultur lain,” ujar Milla.
“Memang di dunia sepak bola internasional posisi ini tak terlalu bergaung, tapi saya sempat berada di sana tiga hari dan saya merasakan gairah yang nyata.” Milla sendiri saat ini belum kembali ke Jakarta. Pria yang di masa mudanya pernah bermain untuk Barcelona, Real Madrid, dan Valencia itu dijadwalkan tiba di Jakarta pada Selasa (7/2) dan mulai aktif bekerja pada Rabu (8/2).
Mantan pelatih timnas Spanyol U-21 itu menuturkan, targetnya di tahun ini adalah mengantarkan gelar juara SEA Games 2017,

Milla memperkirakan bahwa salah satu alasan PSSI memilihnya adalah keberhasilan mengantaran timnas Spanyol U-21 menjadi juara di level Eropa. Ia menyebut PSSI menganggap faktor pengalaman menangani pemain muda sebagai hal penting.  Selain itu, menurutnya, PSSI mendapatkan rekomendasi untuk merekrut pelatih asal Spanyol.

“Perusahaan Spanyol, Soxna, yang bekerja sama dengan pemerintah China dan juga sekarang akan bekerja sama dengan pemerintah dan federasi sepak bola Indonesia, sedang membantu mereka menyiapkan dasar-dasar sepak bola,” kata Milla.

“Karena mereka akan berkoolaborasi, maka Soxna mengusulkan bahwa akan bersesuaian jika Indonesia mengontrak pelatih Spanyol yang mengetahui seluruh metodologinya.” “Mereka (PSSI) lalu memilih saya. Mereka memahami bahwa pengalaman empat tahun menangani pemain-pemain muda di Spanyol sangat cocok dengan kebutuhan jangka pendek mereka.” (Yuska Apitya)

loading...