MALUKU TODAY- Pembangunan Indonesia yang merata, tidak lagi berorientasi di Jawa atau Jawa-sentris, membutuhkan pengembangan kualitas sumber daya manusia. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pendidikan sangat penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia.
“Sebagai contoh, jumlah insinyur di Indonesia adalah 3 berbanding 1.000 orang. Sementara di Vietnam angkanya 9 berbanding 1.000,” kata Luhut melalui keterangan resmi, Minggu (9/4/2017).
Hal ini disampaikan Luhut saat memberi pengarahan pada Musyawah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Maluku dan Maluku Utara yang diadakan di atas kapal Pelni, KM Dorolonda yang bersandar di Pelabuhan Samudra Bitung, kota Bitung pada hari Jumat (7/4). Kegiatan ini dipimpin oleh Gubernur Maluku, Said Assagaff dan Gubernur Maluku Utara, Gabi Kasuba, sementara Menko Luhut didampingi oleh Walikota Bitung, M.J Lomban.
Luhut juga meminta para pejabat dari dua provinsi tersebut untuk fokus pada pembangunan sumber daya manusia, khususnya pendidikan. Menurutnya, daerah-daerah terutama di Indonesia Timur harus segera berbenah saat pemerintah tidak lagi berorientasi Jawa-sentris.
“Saya berharap pendidikan ini menjadi fokus untuk meningkatkan daya saing generasi muda. Dengan pendidikan yang baik kita tidak akan kalah dengan negara lain dan tidak mudah dijajah secara intelektual. Sekarang ini kita masih tertinggal dibanding negara lain” ujar Luhut.(Yuska Apitya)
loading...