JAKARTA TODAY- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melansir, kredit perbankan pada kuartal I 2017 mekar 9,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini diklaim lebih menggeliat ketimbang pertumbuhan kuartal I 2016 yang hanya sebesar 8,7 persen.

“Pergerakan kredit sudah menggeliat awal tahun ini. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, pergerakan kredit baru menggeliat sekitar pertengahan tahun,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Kamis (27/4).

Muliaman bilang, pertumbuhan positif kredit perbankan menunjukkan efektivitas upaya intermediasi yang telah dilakukan. Adapun dengan pertumbuhan tersebut, Capital Asset Ratio dinilai solid berada di level 23 persen. Risiko kredit juga relatif terjaga dan mengarah ke tren pemulihan. Kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) tercatat sebesar 3,04 persen pada akhir Maret 2017 atawa turun tipis dari posisi akhir Februari yang mencapai 3,16 persen.

“Artinya, terjadi sedikit perbaikan dan saya kira dengan tren pertumbuhan kredit yang kami perkirakan akan tetap terus maju, saya kira NPL akan bisa mengalami penurunan secara bertahap,” imbuh Muliaman.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, OJK akan memantau kredit restrukturisasi yang telah mendapatkan fasilitas pelonggaran. Berdasarkan hasil pantauan sementara, jumlahnya saat ini tidak lagi mengalami peningkatan, namun mengalami konsolidasi. “Pada akhir tahun lalu, bank-bank banyak melakukan hapus buku. Ini bisa dilakukan karena pencadangan yang sangat mencukupi yang dimiliki oleh perbankan nasional,” terangnya.

Sebagai informasi, tahun ini, OJK memperkirakan pertumbuhan kredit ada di kisaran 10 hingga 12 persen. Tahun lalu, total kredit yang disalurkan perbankan berkisar Rp4.402 triliun atau meningkat 7,81 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya, yaitu Rp4.083 triliun. (Yuska Apitya/cnn)

loading...