JAKARTA TODAY- Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Irman menyebut ada tiga kali pertemuan yang dilakukan dengan Ketua DPR Setya Novanto. Dalam pertemuan terakhir, Luhut Panjaitan pun disebut ada di sana pada 2015.

“Saya pernah bertemu Pak Setya tiga kali, yang pertama Maret 2010 di Hotel Gran Mulia,” ujar Irman menanggapi keterangan Setya yang menjadi saksi dalam sidang e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (6/4).

Dalam kesaksiannya, Setya berulang kali membantah saat disinggung soal keterlibatannya dalam proyek e-KTP. Ia mengaku tak pernah mengadakan pertemuan dengan Irman maupun pihak lain untuk membahas proyek tersebut.

Sebaliknya, Irman meyakini bahwa pertemuan dengan Setya memang benar terjadi. Hal ini juga dibenarkan oleh terdakwa II kasus e-KTP Sugiharto.  Selain Irman, pertemuan di Hotel Gran Mulia juga dihadiri oleh pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraini, dan Sugiharto.

Sementara pertemuan kedua, lanjut Irman, dilakukan di ruang kerja Setya di gedung DPR, Senayan. Dalam pertemuan itu, Irman menemui Setya bersama Andi. “Sedangkan pertemuan ketiga kami bertemu di Jambi. Saat itu ada acara dan beliau hadir bersama menteri dan panglima TNI,” kata Irman.

Bukti pertemuan di Jambi itu ditunjukkan melalui foto oleh jaksa penuntut umum di muka persidangan. Dalam foto tersebut, terlihat Setya bersama Irman dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan dengan latar belakang sebuah helikopter pada 2015. Sejak Juli 2016, Luhut kemudian menjadi Menko Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli.

Majelis hakim lantas menanyakan bantahan Irman pada Setya. Ketua Umum Partai Golkar itu pun berkukuh tak pernah melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak yang disebut Irman.  Setya hanya mengakui pertemuan dengan Irman di Jambi yang terjadi pada tahun 2015.  “Saya tetap pada pendirian dan BAP saya di bawah sumpah bahwa saya tidak pernah bertemu,” ucap Setya. (Yuska Apitya)

loading...