JAKARTA TODAY- PT Fast Food Indonesia Tbk atau KFC Indonesia berencana menambah 35 gerai di sejumlah wilayah di Indonesia. Tak cuma gerai, manajemen juga akan membuka 20 KFC Box (kotak layanan dengan mesin). Jumlah ini terbilang sama dengan tahun lalu yang sebanyak 36 gerai.

Direktur Fast Food Justinus Dalimin Juwono mengatakan, untuk memenuhi pembukaan gerai baru, perseroan akan melakokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp300 miliar-Rp350 miliar. “Dana ekspansi seluruhnya dari kas internal,” ujarnya, Kamis (8/6).

Hingga awal Juni ini, perusahaan telah membangun belasan gerai dan KFC Box. Yang terbaru, perseroan membuka satu gerai KFC di Bali. “Kami masih akan buka beberapa di kuartal III dan awal kuartal IV untuk menyelesaikan proyek-proyek tersebut,” imbuh Justinus.

Adapun, beberapa lokasi yang menjadi incaran perusahaan, yakni Kalimantan, Jakarta, Surabaya, Papua, Maluku, dan Sumatra. Perluasan pasar tersebut sebagai upaya perseroan meningkatkan wilayah jangkauan perseroan dari 145 kabupaten/kota menjadi sekitar 151 kabupaten/kota.

“Jadi, kami tambah di lima hingga enam kabupaten/kota baru,” terangnya.

Dengan penambahan beberapa gerai dan KFC Box baru, perseroan berharap dapat mendongkrak pertumbuhan penjualan sekitar 11 persen-12 persen. Target itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan pendapatan pada 2016 lalu yang sebesar 9,12 persen atau menjadi Rp4,88 triliun. “Sampai April, kenaikannya sudah 11,11 persen, tapi sampai Mei kenaikan 9,12 persen. Pertumbuhan di Mei agak lebih melambat ya,” ungkap Justinus.

Selain membuka gerai di jaringan baru, perseroan juga akan merelokasi empat hingga lima gerai yang ada saat ini (existing). Hal itu dikarenakan masa sewa dari beberapa gerai itu sudah habis dan penjualannya dinilai kurang memuaskan.

Lebaran jadi Puncak Penjualan

Emiten berkode FAST ini berharap puncak penjualan terjadi pada perayaan lebaran. Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, tren penjualan saat ramadan dan libur lebaran meningkat sekitar 15 persen-20 persen dibanding bulan-bulan biasanya.
“Kontribusi bulan ramadan itu 10 persen-12 persen dari total pendapatan satu tahun, karena memang kuat sekali,” jelas Justinus.

Untuk mendongkrak penjualan pada momentum ramadan dan lebaran, perseroan akan membuka tiga gerai dalam waktu dekat ini. Salahsatunya akan terletak di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta.

Tak cuma itu, perseroan juga telah mempersiapkan produk khusus ramadan untuk mendorong penjualan. Misalnya, menu dengan rasa kare dan tanpa kare.

Diluar ramadan, perusahaan juga akan merilis kembali produk KFC Cheese, mengingat banyaknya permintaan. Rencananya, rilis KFC Cheese akan dilakukan pada pertengahan Agustus ini.

Analis senior Binaartha Securities Reza Priyambada menilai, katalis utama faktor pertumbuhan emiten ritel berasal dari penambahan produk dan gerai. Namun demikian, ia mengingatkan, penambahan produk perlu menyesuaikan dengan permintaan masyarakat.

“Misalnya, keluarkan produk burger, tapi ternyata masyarakat tidak terlalu antusias, masih sukanya ayam. Ya jangan diperbesar pasokannya,” ucap Reza.

Terkait pertumbuhan selama ramadan dan lebaran sebesar 15 persen-20 persen, Reza menilai wajar untuk emiten ritel. Fast Food memiliki keuntungan tersendiri karena menjadi satu-satunya perusahaan junk food yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).(Yuska Apitya/cnn)

loading...