keretaPALEMBANG TODAY – Hing­ga hari ini, izin pembangu­nan Kereta Cepat Jakarta-Bandung belum dikeluarkan meskipun proyek ini telah dilakukan groundbreaking­pada 21 Januari 2016.

Direktur Jenderal Perkere­taapian Kementerian Per­hubungan, Prasetyo Boedit­jahjono menyebutkan bahwa belum keluarnya seluruh izin pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung karena ma­sih ada beberapa persyaratan yang masih perlu dilengkapi oleh kontraktor yakni PT Kereta Cepat Indonesia Chi­na (KCIC).

Kelengkapan yang dimak­sud meliputi desain jembatan hingga terowongan jalur kereta cepat Jakarta-Band­ung sepanjang 142 kilometer (km). “Gini lho, pokoknya dilengkapi terus sama teman-teman KCIC. Dilengkapi terus jembatan, terowongan dan banyak banget. Jadi teler mer­eka semua,” terang Prasetyo di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Kamis (18/8/2016).

Kelengkapan dokumen, lanjut Prasetyo, masih terus dilengkapi oleh pihak KCIC selaku kontraktor. Dirinya juga menyebutkan bahwa seluruh izin pembangunan akan dikeluarkan jika seluruh kelengkapan sudah dipenuhi

Kementerian Perhubun­gan (Kemenhub) juga tidak memberikan batas waktu penyerahan kelengkapan ke­pada pihak KCIC. Jika KCIC mampu melengkapi seluruh dokumen, maka seluruh izin pembangunan prasarana kereta cepat juga akan diberi­kan.

“Persyaratannya dileng­kapi terus sama teman-teman KCIC. Deadline nggak ada kalau cepat dari mereka cepat izin. Pokoknya ini jalan terus,” tutur Prasetyo.

Staf Khusus Menteri Per­hubungan Dewa Made Sas­trawan juga menyebutkan hal yang sama. Jika pihak KCIC dapat memberikan se­luruh kelengkapan dokumen 100%, maka izin pembangu­nan dapat diberikan.

“Ada beberapa kelengka­pan yang sifatnya itu lebih kepada administrasi. Keleng­kapan itu sudah kepada pro­porsinya, mudah-mudahan itu bisa diumumkan,” kata Made.

“Teknisnya ada terowon­gan, jembatan, hal-hal itu masih perlu dilengkapi. Izin Pak Dirjen bisa di-issued,” tambahnya.

(Yuska Apitya/dtk)

loading...