unsadgdrhg xnamed

CIGUDEG TODAY – Warga yang tinggal di Desa Batujajar dan Desa Tegallega, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, hingga di abad milenium ini, belum menikmati jalan mulus, malah jalan yang adapun telah menyerupai sisa banjir lumpur.

Jalan itu, menyulitkan pengendara saat melintasi jalur tersebut. Rusaknya jalan milik Kabupaten Bogor ini diduga akibat kendaraan yang over kapasitas milik perusahaan tambang batu belah. Bahkan, dari informasi dihimpun Publik Bogor dilapangan ada sekitar ratusan kendaraan perusahaan tambang batu melintasi jalan tersebut setiap harinya.

Aman salah seorang warga sekitar mengeluhkan, akses jalan tersebut memang sudah menjadi salah satu jalan yang sering dilalui masyarakat Kampung Dukuh Wakap.

“Sudah lama jalan di Kampung Dukuh Wakap, Desa Batu Jajar, ini dibiarkan rusak parah oleh perusahaan tambang, padahal jalan ini sering dilalui perusahaan setiap hari nya,” keluh Aman.

Selain masyarakat yang memanfaatkan jalan ini, lanjut Aman, para pengusaha tambang batu belah yang mengangkut bahan tambang juga hilir mudik setiap hari. Sehingga membuat rusak jalan dan masyarakat menjadi sulit sekali memanfaatkan akses jalan yang berlumpur dan rusak ini.

“Bagaimana tidak rusak, ada sekitar ratusan truk dari semua jenis kendaraan beroperasi di wilayah tersebut, di antaranya melebihi muatan kapasitas,” paparnya.

Akses jalan warga ini sudah menjadi rutinitas perusahaan tambang batu belah menuju tempat penggalian yang sering dilalui hilir mudik kendaraan besar pengangkut bahan material milik perusahaan yang ada di Desa Batu Jajar dan Desa Tegal Lega, dan terkadang kendaraan truk dari kecamatan Rumpin pun melintasi wilayah kecamatan Cigudeg.

Menanggapi hal ini, Ketua KNPI Kecamatan Cigudeg, Haris Sumirat Nugraha, menyesalkan sikap perusahaan yang telah merugikan masyarakat yang sudah lama tinggal dilingkungan tersebut.

“Saya heran kenapa jalan yang dapat memberikan kontribusi besar kepada para pengusaha tambang batu belah itu, yang sudah meraup keuntungan besar, tidak dapat memperbaiki jalan ini,” ungkap Haris.

Padahal, lanjut dia, jalan ini menjadi satu-satunya jalan yang dapat dilalui oleh mobil truk pengangkut bahan material perusahaan tambang dan masyarakat setempat. “Banyak pengusaha tambang batu tapi terkesan membiarkan kondisi jalan yang sudah rusak seperti ini,” tuturnya.

Haris juga mengkritisi perusahaan yang memiliki kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR) yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki jalan dilingkungan sekitar perusahaan.

“Kalau para pengusaha memiliki kepedulian, tentunya anggaran CSR dari setiap perusahaan dapat digunakan untuk perbaikan jalan lingkungan atau memperbaiki jalan yang rusak tersebut,” katanya.

Ia juga berharap, Pemerintah Kabupaten Bogor dapat mendorong dan menyalurkan dana CSR dari setiap perusahaan tambang batu yang ada di Kecamatan Cigudeg agar dapat mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di setiap wilayah Kabupaten Bogor.

“Karna, sejauh ini belum ada upaya untuk merealisasikan dana CSR dari setiap perusahaan untuk pembangunan infrastruktur di setiap wilayah Kecamatan Cigudeg ini,” pungkasnya. (Muhammad. A)

loading...