CIBINONG TODAY – Sebentar lagi, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Idul Adha dan banyak yang akan berqurban. Namun, syarat hewan yang akan diqurbankan harus sehat dan teidak terkena penyakit apapun termasuk penyakit Anthrax.

“Untuk di Kabupaten Bogor saat ini hampir tidak ada ditemukan hewan atau sapi yang terkena anthrax,” ujar Kasi Pengawas Kesmavet Pemotongan Hewan, Dinas Perikanan dan Perternakan (Disnakan) Kabupaten Bogor,  drh. M.Toif Hidayatullah, Selasa (15/8/2017).

Dijelaskan Toif, Anthrax ini merupakan penyakit hewan menular yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracis, bersifat ganas dan menyerang hewan berdarah panas. Ciri – ciri sapi yang terkena penyakit Anthrax yaitu, mengalami demam tinggi, lemah, rubuh, mati mendadak, duduk, telengkup, keluar cairan darah merah kehitaman dari mulut, anus dan hidung.

“Penyakit Anthrax ini bisa menular terhadap manusia. Gejala yang terkena penyakit Anthrax seperti batuk berdarah, luka bernanah, dan BAB berdarah,” tuturnya.

Untuk mencegah dari penyakit mematikan itu, dengan cara, menggali tanah sedalam 2,5 meter, dimasukkan bangkai tersebut, kemudian diberi kapur putih, dibakar. “Dan ditimbun kembali dengan tanah. Lokasi penguburan diberi tanda agar tidak ada yang menggali,” terang Toif.

Dari Disnakan Kabupaten Bogor sendiri, memberikan antisipasi untuk mencegah Anthrax dengan cara melaksanakan prosedur penyembelihan ternak dengan benar seperti, ternak dipotong dirumah pemotongan hewan (RPH).

“Ternak diistirahatkan minimal 12 jam sebelum penyembelihan, dilakukan pemeriksaan Ante Mortem, penyembelihan dilakukan dengan tata cara islam dibawah pengawasan petugas yang berwenang dan pemeriksaan daging (Post Mortem),” tukasnya. (Fathya MG)

loading...