JAKARTA TODAY – Perluasan sistem ganjil-genap di sejumlah ruas jalan DKI Jakarta selama Asian Games 2018 kemungkinan besar akan diperpanjang. Perbaikan moda transportasi massal menjadi dasar pertimbangan dalam mengambil kebijakan tersebut.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono mengatakan, perluasan sistem ganjil genap sebagai pendukung trasnportasi Asian Games cukup efektif. Dari segi kecepatan dan  jumlah penumpang angkutan umum mengalami peningkatan.

Artinya, ganjil-genap sebagai sistem pengendalian lalu lintas sementara sebelum diberlakukannya Electronic Road Pricing (ERP) dapat dilakukan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di kota Jakarta.

“Apakah akan dilanjutkan atau tidak setelah Asian Games kita masih membahasnya. Kan Asian Games belum selesai. Kita terus lakukan sosialisasi perihal ganjil genap ini,” kata Bambang Prihartono saat dihubungi Rabu, 22 Agustus 2018 kemarin.

Bambang menjelaskan, dalam mengatasi kemacetan lalu lintas itu ada tiga tahapan yang masuk dalam sebuah sistem pola transportasi makro (PTM). Diantaranya yaitu, perbaikan dan penambahan moda transportasi massal, penambahan infrastruktur dan pengendalian lalu lintas.

 

Saat ini, Pemprov DKI bersama Kementerian Perhubungan tengah mengatasi perbaikan dan penambahan moda transportasi massal yang belum sampai dalam tahap pengintegrasian. Menurutnya, apabila ingin melakukan pengendalian lalu lintas, moda transportasi angkutan umum yang terintegrasi baik fisik ataupun tiket harus dilakukan terlebih dahulu.

Kendati demikian, lanjut Bambang, kemacetan di Jakarta tidak bisa menunggu. Saat ini, pemerintah sedang mencari model efektif untuk menerapkan pengendalian kendaraan pribadi sementara. Nantinya, apabila perbaikan dan penambahan moda transportasi sudah berjalan, pengendalian lalu lintas yang efektif itu adalah ERP, peningkatan pajak kendaraan, peningkatan tarif parkir dan sebagainya.

“Kita belum bicara itu karena transportasi massal belum selesai. Tapi harus ada kebijakan pengendalian sementara,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yasnyah menegaskan, perluasan ganjil genap tidak menutup kemungkinan diperpanjang setelah Asian Games. Namun, tentunya harus melihat evaluasi penerapan selama Asian Games. “Bisa saja nanti diberlakukan di jalan protokol yang memang sudah terlayani angkutan umum. Kami masih membahasnya,” tegasnya. (net)

 

loading...