MEGAMENDUNG TODAY – Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor bantu desa wisata di Kabupaten Bogor buat peta jalan. Tujuannya untuk meningkatkan keakuratan informasi akses jalan dan jumlah kunjungan wisatawan menuju desa wisata. Hal ini dikatakan Anggota KEIN Arief Muftie pada kegiatan fasilitasi kegiatan pariwisata desa di Hotel Gerbera, Megamendung, Kabupaten Bogor (8/1/2019).

“Hari ini kita ingin membantu desa wisata yang bersedia dan siap untuk dibuat peta jalannya. Kita akan lakukan kunjungan kerja ke desa wisata yang dipilih sesuai dengan beberapa kriteria,” terang Arief.

Diantaranya menurut Arief, kesadaran warga nya ada, keunikannya ada, infrastrukturnya ada dan perjalanannya kurang dari dua jam.

“Selanjutnya kita lakukan diskusi dengan tokoh masyarakat desa, melaksanakan workshop dengan para pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan di tingkat daerah Kabupaten Bogor,” paparnya

Arief menambahkan, pelatihan terhadap SKPD, Kades dan patriot desa pun kita akan lakukan. Kemudian membentuk komite pembangunan desa dan pembuatan peta jalan atau rencana pembangunan desa wisata. Dan menerapkan peta jalan desa berbasis agrowisata serta kreatif.

“Pada intinya ada lima hal yang membuat desa wisata sukses yakni CEO Comitment atau komitmen dari pimpinan daerah. Kedua para pendamping desa yang bermental juara. Ketiga partisipasi masyarakat yang luar biasa. Keempat ada kompetisi, dan kelima kerjasama yang baik,” jelasnya.

Sementara itu Eka Lidya Astuti dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjelaskan, desa wisata adalah sebuah desa dengan keunikan dan keunggulan yang bisa dijual dan menjadi icon sebuah desa. Ada 25 desa wisata yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Bogor. Jumlah ini belum mencapai 10 persen dari jumlah keseluruhan desa di Kabupaten Bogor. Artinya masih banyak peluang untuk desa lainnya bisa menjadi desa wisata.

“Yang kami tekankan di desa wisata bukan objek wisatanya tapi bagaimana mereka mendatangkan tamu dengan kreatifitasnya masing-masing. Kalau sebelumnya surat keputusan kelembagaan desa wisata ditetapkan oleh kepala desa, tahun ini kami mendorong surat keputusan  kelembagaannya ditetapkan oleh bupati,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Eka, saya selalu ingatkan di desa wisata semua warganya sangat berperan. Senyum adalah modal utama yang berguna sebagai daya tarik awal yang diterima oleh wisatawan. Jika warga tidak bisa terlibat langsung mengelola, minimal memberikan senyuman kepada wisatawan yg datang.

“Desa wisata adalah bisnis yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Oleh karena itu masyarakatnya harus menjadi pemain, tidak hanya menjadi penonton,” tegasnya.(Putri)

 

 

loading...