CIGUDEG TODAY – Puluhan warga Lebak Wangi, Desa Rengasjajar memblokir jalan raya Lebak Wangi-Parungpanjang yang menutut perbub Kabupaten tangerang Nomor 46 Tahun 2018 terkait jam operasional di jalur tambang, Kamis (14/12/2018).

Pemblokiran truk tambang terjadi dari pukul 13.00 hingga sekarang warga belum membuka jalur tersebut, bahkan menyebabkan kemacetan hingga 15 kilometer sampai ke Parungpanjang mengarah ke Tangerang.

Menanggapi hal ini Koordinator Aksi Asep Fadlan menjelaskan, pemblokiran jalur tambang buntut dari dikeluarkannya peraturan Bupati Tangerang mengenai jam operasional kendaraan truk yang membawa material tambang.

“Pemblokiran sejak pukul 13.00 sampai sekarang masih berlangsung. Dan kami meminta Perbup nomor 46 tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Bupati Tangerang di revisi kembali dan Pemkab Bogor harus turun tangan mengenai tuntutan warga Lebak Wangi,” jelasnya.

Fadlan juga menambahkan, sejauh ini respon dari Pemkab Bogor belum ada solusi apapun. Bahkan, para pengusaha tambang dengan serakahnya mengeruk hasil di wilayah kami.

“Keinginan kamu jam operasional sebaiknya per dua jam sekali pagi dan malam. Karena, Perbup sekarang memberlakukan pukul 05.00 hingga 22.00 itu tidak akan menyelesaikan malah semakin terganggung akses jalan,” tambahnya.

Hal yang sama dikatakan Tokoh Masyarakat Kampung Lebak Wangi Khotama Robi menuturkan, tuntutan warga hanya satu segera direvisi Perbup nomor 46 2018 yang dikeluarkan Kabupatan Tangerang.

“Kami akan terus menutup akses jalur tambang sampai ada solusi dari pejabat Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang. Karena, dampaknya sudah mengganggu aktivitas warga dan kesehatan akibat polusinya,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Cigudeg Kompol Asep Supriadi mengungkapkan, pihaknya melakukan pengamanan di area demo penutupan jalur tambang yang sampai sekarang masih berlangsung.

“Kami disini bertugas mengurai kemacetan. Karena, diperkirakan jalur lumpuh total hingga 15 kilometer sampai ke Parungpanjang hingga akses menuju Tangerang,” pungkasnya. (Agus)

loading...