BOGOR TODAY- Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan melakukan kunjungan ke beberapa tempat di Kota Bogor. Pertama Kapolda mendatangi Mako Polresta Bogor Kota pada Selasa (4/4/2017) pagi.
Dalam kunjungan kerja (kunker) Kapolda Jabar datang bersama Ketua Bhayangkari Daerah Jabar Ajeng Charliyan beserta rombongan pejabat utama Polda Jabar. Setibanya di Markas Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, pukul 07:00 WIB, Kapolda Jabar disambut dengan rampak gendang. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tatap muka dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polresta Bogor Kota.
Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan dalam arahannya meminta agar Kapolresta Bogor Kota mendekatkan diri dengan alim ulama, dan Kota Bogor etalase ibukota setelah Jakarta atau disebut ring satu karena banyaknya kegiatan kenegaraan.
“Berkaitan kekurangan jumlah personil pihaknya akan memberikan penugasan baru terhadap Bintara khusus karena memang Kota Bogor perlu penguatan, termasuk juga kendaraan-kendaraan dinas,” tuturnya.
Anton menjabarkan tentang semboyan Promoter (Profesional, Modern Dan Terpercaya) dan pelayanan prima. Ia juga menyinggung Polwan sebagai garda terdepan untuk memperkenalkan lebih dalam lagi Polisi saat ini lebih humanis dan persepsi negatif dahulu dihapuskan. “Digambarkan dalam lagu Iwan Fals judulnya Menanti kekasih, jadi kekasih polisi adalah masyarakat,” imbaunya.
Rencananya hari ini, Kapolda Jabar beserta rombongan juga akan melakukan kunjungan ke Kodim 0606/Kota Bogor, Pondok Pesantren Al Ghazali dan Balaikota Bogor. Kapolda Jabar akan bertolak ke Polres Karawang pada esok pukul 06.00 WIB.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya dalam sambutannya menjelaskan, bahwa Kota Bogor secara geografis sebagai penyangga ibukota DKI Jakarta dengan luas wilayah 11850 hektar terbagi menjadi 6 kecamatan dan 68 kelurahan. “Secara keseluruhan Polresta Bogor Kota berbatasan dengan dikelilingi oleh Kabupaten Bogor. Termasuk di dalamnya (Kota Bogor) terdapat Istana Kepresidenan,” ungkapnya.
Ulung melanjutkan, ditinjau dari aspek demografi jumlah penduduk Kota Bogor sekitar 1,8 juta jiwa yang heterogen berlatarbelakang suku dan agama yang berbeda-beda. Masyakatnya ditinjau dari sifatnya menunjung tinggi budaya Sunda. Sedangkan untuk mata pencaharian kebanyakan pekerjaan swasta, negeri dan berdagang.
“Secara garis besar kondisi Kamtibmas Kota Bogor identik dengan situasi Kamtibmas di ibukota. Kasus yang menonjol adalah kasus konvensional antaranya curas, curat, curanmor dan tawuran. Sedangkan implikasi kontigensi didominasi aksi unjuk rasa. Ini terjadi seiring adanya objek keberadaan Istana Bogor menjadi tempat tinggal Presiden Indonesia,” tambahnya.
Ulung juga mengatakan, situasi politik bersifat fluktuasi mengikuti situasi politik tingkat nasional di Jakarta. Contoh, perselisihan angkot konvensional dan ojek online. “Juga terkait masalah aksi damai, kami melakukan kegiatan cipta kondisi dengan menyetuh langsung tokoh ulama, agama dan masyarakat sehingga berjalan kondusif,” kata Ulung.
Ulung mengatakan, personel Polresta Bogor Kota menurut DNT berjumlah 1.247 personel. Sedangkan real-nya berjumlah 1.144 personel sehingga ada kekurangan 103 personel. Dengan begitu, Polresta Bogor Kota perlu penambahan personel jika dikaitkan dengan beban kerja yang ada termasuk PAM VVIP. “Selain hambatan personil, juga perlengkapan pendukung Alut atau Opsus di mana dalam hal ini dibutuhkan​ kendaraan-kendaraan dinas untuk mengcover kegiatan patroli dan PAM VVIP,” terangnya.
Ulung menjelaskan, bahwa Polresta Bogor Kota mempunyai program unggulan upaya preventif. Di antaranya, blue light patrol, patroli gabungan dan patroli sepeda. Untuk upaya penegakan hukum mengedepankan fungsi operasional dimana telah dibentuk Tim Alfa Force (TAF) dan Tim Pemburu Narkoba (TPN).(Yuska Apitya)
loading...