JOMBANG TODAY – Kebakaran hebat yang menimpa ruang rektorat dan gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, Jawa Timur membuat petinggi kampus kebingungan. Tak hanya rugi materiil, kampus juga harus menanggung beban atas terbakarnya ratusan ijazah milik mahasiswa.

Dekan FKIP Undar, Suhudi mengatakan, akibat kebakaran di lantai dua dan tiga itu, ada banyak berkas yang terbakar. Selain berkas skripsi milik mahasiswa, ada juga ratusan ijazah yang selama ini disimpan lantaran belum diambil oleh mahasiswa. “Ada seratus lebih (ijazah) milik mahasiswa mulai dari tahun 2009 sampai 2017 yang belum diambil,” kata Suhudi, Selasa (4/12/2018).

Berkas-berkas penting itu ludes terbakar setelah ruang tempat penyimpanannya habis dilalap si jago merah. Tak hanya itu, sejumlah alat elektronik seperti LCD, puluhan komputer juga tak berbekas. Suhudi menyebut, kerugian yang diakibatkan kebakaran itu mencapai miliaran rupiah. “Kami hitung sekitar Rp10 miliaran,” paparnya.

Lebih jauh ditegaskan, ia merupakan salah satu orang yang kali pertama mendapatkan kabar kebakaran dari mahasiswa dan petugas keamanan kampus (satpam). Menurutnya, api pertama kali membakar ruang Dekan FKIP. Ia dan mahasiswa sempat kebingungan untuk melakukan pemadaman lantaran api yang langsung membesar. Hingga akhirnya, seluruh ruangan di lantai dua dan tiga luluh lantak.

Soal sumber api, Suhudi mengaku heran. Karena di ruang Dekan FKIP, sudah sebulan lebih ini tak dihuni dan dalam keadaan kosong. Selain itu, di ruangan yang menjadi sumber munculnya api itu tak ada benda-benda yang mudah terbakar. “Di situ (ruang Dekan) tidak ada apa-apanya. Komputer juga tidak ada. Tapi kok ada api dari situ,” ujarnya bertanya-tanya.

Kebakaran kampus Undar tak hanya menghanguskan tempat perkuliahan saja, tapi juga menimpa sejumlah ruang rektorat dan sekretariat. Petugas dari Polda Jatim hari ini diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menentukan penyebab kebarakan.

Banyak kalangan mendesak agar polisi mengusut tuntas kasus ini. Muncul pula spekulasi adanya unsur kesengajaan menyusul puluhan tahun ini kampus Undar didera konflik dualisme kepemimpinan. Diketahui, dua kubu terlibat saling klaim sebagai pihak yang sah memimpin Undar, sehingga ada dua rektor. Dualisme kepemimpinan di Undar mengakibatkan kampus legendaris itu semakin sepi peminat. (Net)

 

loading...