JAKARTA TODAY- Wacana pengembangan mobil listrik muncul lagi. Kali ini Menteri ESDM Ignasius Jonan yang mendorongnya lewat sebuah surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sama seperti Dahlan, Jonan memandang sudah saatnya Indonesia mengembangkan mobil listrik agar tak ketinggalan dari negara-negara lain.

“Faktanya di dunia mobil listrik semakin berkembang, teknologinya sudah sangat advance, Tesla sudah mulai bikin mobil listrik sejuta umat. Ada pabrikan yang mulai 2019 beralih ke mobil listrik. Perubahan datang lebih cepat dari yang kita kira, Indonesia harus serius memikirkan itu,” kata Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Komunikasi, Hadi M Djuraid, di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Jika berhasil mengembangkan mobil listrik, Indonesia akan mendapat banyak manfaat. Bukan impor mobil saja yang berkurang, tapi juga impor bahan bakar minyak (BBM). Lingkungan juga lebih bersih karena mobil listrik tak menghasilkan emisi karbon.

Sejauh ini, Jonan tak menyiapkan rencana apapun soal pengembangan mobil listrik karena itu tugas Kementerian Perindustrian (Kemenperin), bukan bagian dari fungsi Kementerian ESDM.

“Pengembangan mobil listrik domain Kemenperin, concern kita bagaimana penggunaan energi fosil berkurang sehingga impor kita juga berkurang, mendorong energi bersih,” ucap Hadi.

Apakah sekarang pengembangan mobil listrik akan berhasil? Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan kalau tak segera membangun industrinya di dalam negeri, mobil-mobil listrik impor akan membanjiri jalanan di Indonesia pada masa depan. Agar itu tak terjadi, Indonesia harus serius melakukan pengembangan mobil listrik kali ini. “Sekarang kita harus melihat, kalau tidak nanti kita jadi market negara-negara lain, jangan dong,” tegasnya.(Yuska Apitya)

loading...