TOKYO TODAY- Menteri Pertahanan Tomomi Inada menuturkan, pemerintah tengah bersiap mengerahkan pasukan ke Semenanjung Korea sebagai langkah mengamankan warga Jepang di tengah krisis rudal dan nuklir Korea Utara yang kian mengkhawatirkan.

Inada mengatakan, Tokyo siap memobilisasi pasukannya ke Semenanjung Korea sebagai langkah perlindungan dan evakuasi warga Jepang jika diperlukan.

Menteri perempuan yang vokal mendukung penambahan peran militer negaranya itu berujar, langkah pengerahan pasukan seperti itu berkesesuaian dengan undang-undang berlaku, meski kewenangan tentara Jepang dibatasi sejak Perang Dunia II berakhir.

Negeri Matahari Terbit tetap memerlukan persetujuan dari negara terkait soal pengerahan pasukan pertahanannya tersebut. Rencana Tokyo ini memicu kontroversi di negara tetangganya, Korea Selatan. Sebab, warga Korsel trauma dengan masa kolonial brutal Jepang pada 1910-1945 silam.

Melansir AFP, Selasa (18/4), hingga kini, sejarah kolonialisme pun kerap menjadi hambatan hubungan bilateral kedua negara. pengiriman pasukan ini pun diperkirakan akan memunculkan amarah dari sisi Korsel. Langkah tersebut terpaksa diambil Jepang menyusul sikap Pyongyang yang tak juga menghentikan uji coba rudalnya.

Meski Amerika Serikat dan komunitas internasional terus menekan Korut agar menghentikan ambisi senjata nuklirnya, negara paling terisolasi itu berkeras mengembangannya.

Korut terus menjadi sorotan setelah pada awal tahun baru lalu, pemimpin tertinggi mereka, Kim Jong-un, memerintahkan penguatan program rudal balistik antar benua (ICBM) negaranya.

Sepanjang tahun ini, Korut pun sudah meluncurkan beberapa uji coba rudalnya, dua di antaranya mencapai perairan di dekat wilayah Jepang.

Yang terbaru, Korut kembali menguji coba sistem rudalnya pada Minggu (16/4) meski berakhir gagal. Peluncuran rudal ini dilakukan sehari setelah Pyongyang menggelar parade militer besar-besaran dengan menampilkan hampir 60 rudal balistik ICBM, di hari ulang tahun ke-105 pendirinya Kim Il-Sung.

Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Han Song-Ryol, bahkan menuturkan negaranya akan terus melakukan uji coba rudalnya secara berkala “setiap minggu, bulan, bahkan tahunan.”  (Yuska Apitya/cnn)

loading...